PROBATAM.CO, Batam – Pemulihan distribusi air bersih di Kota Batam mulai menunjukkan perkembangan. Hingga Selasa (13/10) pukul 10.00 WIB, sekitar 80 persen wilayah pelanggan dilaporkan telah kembali menerima aliran air setelah pemadaman listrik yang mengganggu operasional instalasi pengolahan air (IPA) sehari sebelumnya. Namun, warga di sejumlah kawasan masih harus bersabar karena tekanan air belum sepenuhnya normal.
Di tengah pemulihan yang berlangsung bertahap, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan permukiman yang masih mengalami gangguan pasokan.
“Pemulihan distribusi air membutuhkan proses karena jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap. Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.
Kondisi ini membuat pulihnya operasional instalasi belum bisa langsung diartikan seluruh rumah pelanggan sudah kembali menikmati air seperti biasa. Air harus mengisi jaringan perpipaan secara bertahap hingga tekanan dan volumenya stabil. Proses normalisasi diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam.
Sejumlah instalasi pengolahan air telah kembali beroperasi dengan kapasitas penuh. Instalasi tersebut meliputi IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning 1 dan 2, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, serta Sei Harapan.
Namun, pemulihan belum sepenuhnya berjalan mulus. IPA Duriangkang 5 kembali berhenti sementara setelah terdampak pemadaman listrik PLN pada Selasa pukul 09.29 WIB. Gangguan ini berimbas pada pengaliran air ke sejumlah kawasan, antara lain KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, dan Teluk Mata Ikan.
Gangguan listrik pada pagi yang sama juga memengaruhi operasional tangki ozon di Seraya. Dampaknya berpotensi dirasakan pelanggan di Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan wilayah sekitarnya.
Tim teknis BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan listrik pada instalasi dan fasilitas yang terdampak. Sementara itu, IPA Nongsa masih beroperasi pada kapasitas 18,75 persen akibat penyesuaian operasional menyusul penurunan elevasi air baku di Waduk Nongsa.
Sambil menunggu jaringan kembali normal, distribusi air menggunakan mobil tangki disiapkan untuk menjangkau kawasan yang masih mengalami keterbatasan pasokan. Dari total target 319 trip pada Selasa (13/10), alokasi terbesar diarahkan ke wilayah Batu Aji dan sekitarnya.
Sebanyak 138 trip dengan dukungan 10 armada disiapkan untuk Batu Aji dan sekitarnya. Berikutnya, Nongsa dan sekitarnya mendapat alokasi 100 trip dengan tujuh armada. Wilayah Tiban, Sekupang, dan Marina memperoleh 40 trip dengan tiga armada, sedangkan Tanjung Uma dan sekitarnya mendapat 41 trip dengan dua armada.
Dukungan mobil tangki tersebut menjadi langkah sementara untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tekanan air di jaringan perpipaan belum stabil. Pelaksanaannya diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, terutama di fasilitas kesehatan dan kawasan permukiman yang masih terdampak.
Di tengah keterbatasan pasokan, masyarakat juga diimbau tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Duriangkang. Imbauan ini disampaikan menyusul beredarnya rekaman aktivitas pengambilan air dari waduk di media sosial.
Selain membahayakan keselamatan, air waduk yang diambil tanpa melalui proses pengolahan tidak menjamin kualitas dan kehigienisan untuk dikonsumsi maupun digunakan dalam kebutuhan rumah tangga. Area waduk juga berada dalam pengawasan petugas keamanan.
BP Batam meminta masyarakat tetap tenang dan memberikan waktu bagi proses normalisasi. Pengisian jaringan yang dilakukan secara bertahap diperlukan untuk menjaga kestabilan tekanan sekaligus mengurangi risiko kebocoran akibat perubahan tekanan secara mendadak.
Denny mengatakan koordinasi dengan operator dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan air minum di Batam. Pemantauan operasional instalasi, penanganan wilayah terdampak, serta dukungan pasokan melalui mobil tangki akan terus diupayakan hingga distribusi kembali normal.
Meski sebagian besar wilayah pelanggan mulai menerima aliran air, warga di kawasan ujung jaringan dan dataran tinggi, termasuk Sagulung, Batu Aji, dan Marina, masih menjadi perhatian dalam proses pemulihan. Normalisasi secara menyeluruh kini bergantung pada kestabilan operasional instalasi dan kembalinya tekanan air di jaringan perpipaan. (*)
Editor: IW





Komentar