Beranda / Nasional / AHY: Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center Asia Tenggara, Ketersediaan Air Harus Diperhatikan

AHY: Indonesia Berpeluang Jadi Hub Data Center Asia Tenggara, Ketersediaan Air Harus Diperhatikan

PROBATAM.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pusat data (data center) di kawasan Asia Tenggara. Meski demikian, pembangunan infrastruktur tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan energi, ketersediaan air bersih, serta kelestarian lingkungan.

AHY menyampaikan bahwa pengembangan pusat data memerlukan perencanaan yang matang, termasuk penyusunan peta jalan (roadmap). Kawasan industri, menurutnya, dapat menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.

“Di antaranya kawasan industri. Jadi kita juga harus terbuka, harus menyiapkan peta jalan atau roadmap,” ujar AHY saat ditemui dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta, Senin (12/10).

Ia menjelaskan bahwa peluang Indonesia tidak terbatas pada penyediaan pusat data untuk memenuhi kebutuhan domestik. Indonesia juga berpotensi menjadi pusat layanan data yang mendukung kebutuhan negara-negara lain di Asia Tenggara.

“Indonesia memiliki peluang bukan hanya menyiapkan data-data center untuk kebutuhan domestiknya saja, tetapi juga menjadi hub bagi kawasan Asia Tenggara,” katanya.

NasDem Tegaskan Dukung Prabowo hingga 2029, Belum Tentukan Sikap untuk Pilpres Selanjutnya

Namun, AHY mengingatkan bahwa pembangunan pusat data harus melalui perhitungan yang cermat. Hal ini karena operasional fasilitas tersebut membutuhkan dukungan energi listrik dan air bersih dalam jumlah besar.

“Dan kita tahu setiap data center itu membutuhkan dukungan energi yang luar biasa, listrik, termasuk air bersih yang besar, sehingga memang harus benar-benar dihitung secara cermat,” ucapnya.

Ia menegaskan, pembangunan pusat data perlu dilakukan tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat ataupun mengganggu keseimbangan lingkungan di wilayah sekitarnya.

“Kita dorong pembangunan tersebut tanpa merugikan apalagi mengganggu keseimbangan lingkungan di daerah tersebut,” tuturnya.

Selain kebutuhan energi, AHY turut menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan air bersih. Menurutnya, pemanfaatan air harus dilakukan secara tepat dan efisien karena sumber daya tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk operasional pusat data, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat, sektor pertanian dan peternakan, serta kelestarian lingkungan.

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Karhutla, Menko Polkam hingga Kapolri Turut Terlibat

“Segala bentuk penggunaan air yang tidak tepat guna, tidak efisien, karena makin hari selain ketahanan pangan, ketahanan energi yang harus kita siapkan, tapi juga ketahanan air bersih. Ini isu dunia dan bisa jadi ke depan menjadi sumber konflik antardaerah,” kata AHY.

Sementara itu, mengenai rencana pembangunan pusat data di Jatiluhur, AHY menyerahkan penilaian atas kepatuhan proyek tersebut terhadap standar dan persyaratan yang berlaku kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

“Saya serahkan tentunya kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan untuk memastikan apakah data center tersebut sudah comply, sudah sesuai dengan standar dan persyaratan yang ditetapkan, termasuk juga keputusan badan pengelola,” pungkasnya.(lam/kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement