Beranda / Peristiwa / Alasan Guru di Jember Telanjangi 22 Muridnya: Murka Uang Mahar Rp 75 Ribu Hilang

Alasan Guru di Jember Telanjangi 22 Muridnya: Murka Uang Mahar Rp 75 Ribu Hilang

PROBATAM.CO, Batam – Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, Jawa Timur, memanggil guru perempuan berinisial F, yang diduga menelanjangi 22 muridnya di SDN Jelbuk 02, Senin (9/2/2026).

Guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini nekat menelanjangi siswanya sendiri, gara-gara kehilangan uang Rp 75 ribu di dalam kelas.

Kepala Dispendik Jember Arief Tjahjono mengungkapkan dari hasil pemeriksaan, guru tersebut mengaku sudah sering kali kehilangan uang setiap kali selesai mengajar di kelas sekolah daerah itu.

“Bukan kejadian pertama kali hilangnya uang itu, sudah berkali kali ilang. Terakhir kali uang Rp 75 ribu, dan itu uang merupakan uang mahar, ” ujarnya.

Saat itu, F membawa uang mahar atau mas kawin pemberian suaminya di dalam dompet dan disimpan dalam tasnya.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

“Jadi uang mahar, yang ditaruh di dompet gitu,” papar Arief.

Namun ketika di tengah proses belajar mengajar, F pergi sebentar ke kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah itu mendapati uangnya hilang

“Pada saat ditinggal di kamar kecil itu, uang tersebut hilang dan uang itu bersejarah. Beliau juga sakit jantung, dan sering minum obat untuk sakit jantung, jadi beliau sering pipis,” ucap Arief.

Arief mengungkapkan hal tersebut membuat guru ini murka, sebab sudah sering kehilangan uang setiap kali mengajar di kelas itu.

“Karena uang bersejarah, jadi beliau muntab (murka), ya salah sih, tetapi pemicu beliau muntab itu ada. Akhirnya digeledah sampai terjadi kejadian itu,” paparnya.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Siswa laki-laki diminta untuk membuka seluruh pakaiannya, siswa perempuan yang diminta hanya menyisakan pakaian dalam.

Namun setelah seluruh murid digeledah hingga ditelanjangi. Arief mengungkapkan uang mahar milik gitu tersebut tidak juga ditemukan. “Nggak ketemu,” katanya.

Perkara ini telah dimediasi bersama wali murid di sekolah tersebut. Arief mengatakan semua tuntutan mereka akan segera dilaksanakan.

“Karena tidak ada tuntutan, segera kami proses untuk pindah. Kami berikan pembinaan dan teguran tertulis agar tidak mengulangi tindakan tersebut,” imbuhnya.

Sumber : KUMPARAN

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement