Beranda / Nasional / Dibuang dan Dianggap Tak Bernilai, Sampah Plastik Ternyata Bisa Diubah Jadi Bensin dan Tabungan Umrah

Dibuang dan Dianggap Tak Bernilai, Sampah Plastik Ternyata Bisa Diubah Jadi Bensin dan Tabungan Umrah

Petugas memasukan sampah plastik ke dalam mesin pirolisis untuk diubah dijadikan BBM, di IPST Asari di Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten, Rabu (25/10/2023). (Foto : Suara.com)

PROBATAM.CO,Banten – Sampah platik mungkin sering anggap tidak bernilai oleh kebanyakan orang. Seringkali, sampah plastik lansung dibuang ke tempat sampah atau hanya menjadi tempat sementara untuk mengumpulkan sampah sebelum dibuang ke tempat sampah besar.

Namun, siapa sangka sampah plastik ternyata bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai dari diubah menjadi bahan bakar berupa solar dan bensin, dibuat menjadi salah satu campuran aspal atau aspal plastik untuk perbaikan jalan hingga tabungan umrah.

Pengolahan sampah plastik menjadi bensin, aspal plastik hingga tabungan umrah itu diinisiasi oleh PT Chandra Asri bekerjasama dengan Bank Sampah Digital. Pengolahan sampah plastik teritegrasi dalam program Pengolahan Sampah Terintegrasi Berbasis Masyarakat (Sagara) serta Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah (IPST ASARI).

Head of Corporate Communication Chandra Asri, Chrysanthi Tarigan mengatakan, berbagai sampah plastik bernilai ekonomi tinggi serta kertas, logam, besi, dan beling dikumpulkan dan dikonversi menjadi tabungan senilai rupiah.

“Untuk sampah plastik yang tergolong low-value, seperti kresek dan sachet, kemasan snack dikirim ke IPST ASARI untuk dipilah sesuai jenisnya, kemudian dicacah dan diolah dengan mesin pirolisis menjadi bahan bakar” papar Santi.

Trump Klaim AS Akan Dapat “Debu Nuklir” Iran Tanpa Biaya

“Jenis bahan bakar yang dihasilkan berupa Bensin Plas, Minyak Tanah Plas, dan Solar Plas, bahan bakar yang telah diolah kemudian didistribusikan kembali untuk keperluan masyarakat dan UMKM di Desa Anyar, Kabupaten Serang,” imbuhnya.

Keterlibatan warga yang ikut serta mendukung pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar dan menabung terbilang cukup banyak yakni mencapai sekira 225 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 900 orang penerima manfaat.

“Hingga Desember 2022 sudah sebanyak 17 ton sampah dikumpulkan. Untuk Total BBM Plas yang disalurkan hingga Maret 2023, mencapai 1.079 liter dengan mengolah 1402,7 kg sampah plastik low-value,” paparnya.

Selain bahan bakar, Santi juga menjelaskan soal manfaat pengumpulan sampah plastik yang juga menjadi campuran untuk aspal plastik. Bahkan aspal platik itu sudah dimanfaatkan di beberapa jalan akses menuju lokasi wisata Anyar hingga jalur mudik lebaran 2023 lalu.

“Kami ikut membantu memperbaiki Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang sempat menjadi jalur Mudik Lebaran 2023 ke Pelindo Banten, 661.000 lembar plastik yang di-mixing antara plastik dengan aspal untuk perbaikan JLS,” papar Yanti.

Harga Emas Antam Naik Rp 16 Ribu Jadi Rp 2,88 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,87 Juta

ak hanya di Jalan Lingkar Selatan (JLS) saja, penggunaan aspal plastik yang diolah Chandra Asri juga sudah di terapkan di beberapa daerah di luar Cilegon dan Serang Banten. Kata Yanti, sebagai pilot project awalnya aspal plastik digunakan di Chandra Asri Site Office pada 2018 lalu sepanjang 1,6 kilometer.

Sementara pada 2019 aspal plastik kembali terapkan di Chandra Asri NPE Plat. Pada tahun itu juga aspal plastik pertama kali digunakan di luar Chandra Asri yakni di Kota Cilegon, Kota Tegal, Kabupaten Bogor/BBP JN VI, Bina Marga PUPR dengan total 39 titik sepanjang 20,6 kilometer.

Pada 2020, aspal plastik digunakan di Kota Semarang/UDINUS, Chandra Asri B1/MTBE Plat, Kota Depok/UI, Kota Kudus/Djarum sebanyak 8 lokasi dengan panjang 15,3 kilometer. Sementara pada 2021, aspal plastik diterapkan di BSD City/Sinarmas Land, Chandra Asri Monomer Plat, Gunung Sugih, Cilegon di Pancapuri dengan total panjang 13,2 kilometer.

Sedangkan pada tahun lalu, tepatnya 2022, aspal plastik diterapkan di Kabupaten Garut, BSD City/Sinarmas Land, dan Marunda/Shell dengan total 9 lokasi sepanjang 27,4 kilometer.

“Pada tahun ini yang sudah berlangsung diantaranya pengaspalan JLS menjelang arus Mudik Lebaran 2023 lalu. Kemudian BSD City/Sinarmas Land, Kabupaten Garut, Deltamas/Sinarmas Land on going (sedang berlangsung),” paparnya.

Kemlu Iran Bantah Trump soal Penyerahan Uranium ke AS

Manfaat dari bahan bakar berupa solar hasil olahan plastik yang diproduksi di IPST ASARI dirasakan oleh para nelayan di pesisir pantai Anyar, Kabupaten Serang Banten.

Salah satu nelayan yang merasakannya yakni Hikmat, ia mengaku sangat merasakan dampak positif dari program yang dijalankan Chandra Asri melalui IPST ASARI. Dengan adanya program mengumpulkan sampah platik yang diolah menjadi solar untuk malaut berdampak pada perairan sekitar.

“Tempat melaut atau perairan di sini sekarag semakin bersih, karena nelayan ikut mengumpulkan sampah plastik yang dibuang ke laut,” katanya kepada  Kata Hikmat, nelayan sekitar saat mencari ikan seringkali memperoleh sampah yang dahulu cukup sering dibiarkan. Namun, dengan adanya program ini nelayan tergerak mengumpulkan sampah tersebut.

“Jadi kami sambil melaut sambil mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ada di laut. Nah sampah plastik itu nantinya diolah untuk dijadikan bensin dan dipergunakan nelayan untuk melaut,” ungkapnya.

“Selain menjaga lingkungan dengan mengumpulkan sampah di laut, kami terbantu dengan bensin yang diolah dari sampah plastik low value menjadi bensin yang bisa kami pakai. Sedangkan para istri nelayan juga ikut mengumpulkan sampah di rumah seprti bekas kemasan minuman plastik dan lain-lain sebagai tabungan,” paparnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari Bank Sampah Digital yang membantu Chandra Asri menjalankan program SAGARA, Ayu mengatakan, program SAGARA yang dijalankan di Desa Anyar Kabupaten Anyar, Kabupaten Serang, Banten itu terbilang cukup banyak warga yang berpratisipasi.

Kata Ayu, alasan warga ikut berpartisipasi pun beragam, ada yang ikut untuk menambah kebutuhan sehari-hari, ada yang ikut untuk mendapatkan minyak untuk menjalankan usaha produksi abon yang dijalankannya. Bahkan ada juga yang ikut serta karena ingin menambung untuk ibadah. (*/Del)
Sumber : Suara.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement