Beranda / Nasional / Penjelasan BMKG Soal Abrasi di Minahasa Selatan

Penjelasan BMKG Soal Abrasi di Minahasa Selatan

Dampak abrasi di Minahasa Selatan. (Photo: merdeka.com)

PROBATAM.CO – Bencana abrasi terjadi di pesisir Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut). Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror mengatakan saat terjadinya abrasi kondisi ketinggian gelombang tidak signifikan.

“Istilahnya gelombang tenang hanya 0 sampai 0,5 meter,” kata Ricky di Manado. Dikutip dari Antara, Jumat (17/6).

Dia melanjutkan, memang apabila agak ke laut Sulawesi, ketinggian gelombang diperkirakan mencapai dua meter atau kira-kira 100 kilometer dari pesisir.

“Tidak ada pengaruh signifikan apabila dikaitkan dengan tinggi gelombang,” ucapnya.

Begitupun dengan cuaca, menurut dia, tidak ada pengaruh langsung dengan ambruknya belasan rumah, jembatan serta menggerus jalan.

Sistem SMAP Digencarkan Pengadilan Agama Bandung

“Dari sisi cuaca, curah hujan saat itu tidak signifikan,” ujarnya.

Dia berharap, baik masyarakat maupun instansi terkait melihat sejarah gelombang di masa lampau agar bisa menjadi acuan pembangunan.

Pada Rabu (15/6) pukul 14.00 WITA, abrasi pantai menyebabkan 15 rumah, satu jembatan, jalan dan rumah penginapan di Kelurahan Uwuran dan Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang rusak.

Bencana abrasi pantai tersebut terjadi di Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang.(*)

Pusat Latihan Seni Sanggam Siap Angkat Kisah Suku Laut di Kenduri Seni Melayu 2026

Sumber: merdeka.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement