PROBATAM.CO, Batam- Sepanjang tahun 2020, Gugus Kemanan Laut (Guskamla) Koarmada I gencar melakukan patroli dan sejumlah operasi untuk mengamankan perbatasan dan penegakkan hukum di laut.
Patroli dan operasi dilakukan pihaknya dengan melibatkan kerja sama taktis pesawat udara dan kapal permukaan.
“2020 merupakan tahun special karena kita melaksanakan kegiatan di tengah pandemi Covid-19. Namun, semua kegiatan patroli dan operasi sepanjang 2020 terlaksana dengan baik, sukses dan lancar,” ujar Danguskamla Koaramada I, Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.M. usai melaksanakan pengamatan udara di sektor operasi Selat Malaka dan Selat Singapura untuk meyakinkan situasi keamanan laut terkendali dan kondusif selama Natal dan tahun baru 2021, Rabu (30/12/2020).

Disebutkan Yayan, sepanjang 2020, pihaknya telah menggelar sejumlah operasi seperti Operasi Benteng Samudera, Operasi Malaka Samudera, Patkor Malindo 20, operasi pengamanan perbatasan RI-Thailand, RI-Singapura, patroli terkordinasi dengan India, dan patkor Optimalindo. Operasi dan patroli ini melibatkan 32 Kapal perang atau KRI.
“Dalam operasi ini kami berhasil melakukan pemeriksaan terhadap 6.126 kapal hingga tanggal 29 Desember 2020. Beberapa di antaranya sudah diproses secara hukum,” ujarnya.
Selain melakukan penegakkan hukum di laut perbatasan, Guskamla juga memantau lalu lintas kapal di Selat Malaka dan Selat Singapura.
Kata Yayan, di Selat Malaka, ada peningkatan trend yang signifikan. Terpantau sebanyak 361 kapal perang dari berbagai negara melewati Selat Malaka.
Sementara, di Selat Malaka dan Selat Singapura, Yayan mencatat, sepanjang tahun ini, ada 61.681 kapal sipil yang melintas. Jumlah itu terdiri dari 26.115 kapal tanker, 23.037 kapal kargo, 4942 kapal penumpang, dan 7887 tuh boat.
“Jumlah itu menggambarkan betapa padatnya lalu lintas di Selat Malaka dan Selat Singapura yang berhadapan langsung dengan kita,” bebernya.
Ia menambahkan Kolaboras dengan unsur lain dalam penegakkan hukum sangat penting dan kita melibatkan operasional pesawat udara Pati 202 dan 203 serta helicopter.
“Hasilnya, ada 510 kontak permukaan yang berhasil dideteksi pesawat udara dan 187 kontak yang terdeteksi oleh helikopter,” tutupnya. (r/iin)




Komentar