PROBATAM.CO, Batam – Aliansi Ormas Peduli Kota Batam dan Puluhan LSM menilai Kontes Pilkada Serentak 9 Desember 2020 diduga banyak terjadi kecurangan.
Bahkan mereka juga memaparkan 12 temuan dugaan kecurangan selama pilkada berlangsung.
“Ada sekitar 33 organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menilai Pilkada tahun 2020 berjalan dengan buruk, terbukti dengan adanya beberapa temuan dilapangan, dari warga di Bawah 17 tahun bisa memilih hingga nama orang yang meninggal dunia masuk dalam DPT,” ujar Suherman, Ketua Aktivis dan Advokat Kota Batam, Kamis (17/12/2020).
“Ada sekitar 55 persen warga Kota Batam yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya, paling banyak di wilayah Batam Center, ini berdasarkan temuan kita dilapangan,” sebutnya.
Sementara itu, Jerry macan Perwakilan dari Aliansi Ormas dan Lsm Kota Batam menuturkan, ada dugaan terjadinya kecurangan dan kesalahan fatal yang dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu.
Selain itu, mereka juga melihat ASN hingga perangkat RT dan RW tidak Netral
“Kami menilai tahun ini adalah tahun terburuk pilkada bergulir, kita bisa melihat ASN hingga Perangkat RT dan RW yang tidak bersikap Netral,” ungkapnya.
Ia juga bersikeras tidak memihak paslon manapun, adapun tujuan dari berkumpulnya aliansi tersebut untuk menegakkan hukum.
“Kami tidak memihak paslon manapun, melainkan kami kecewa dengan penyelenggara pemilu saat ini, sudah dari pemilihan presiden dan legislatif tahun kemarin juga tidak berjalan dengan baik, dan sekarang malah semakin memburuk,” katanya.
Hal senada juga diutarakan oleh Aulia Chandra Ketua Provinsi LPKPK Kepri, pihaknya menduga kali ini terjadi banyak kecurangan pada pilkada 2020, mereka meminta penyelenggara pemilu untuk bekerja secara pofesional dan netral
“Kami sangat kecewa dengan oenyelenggara pemilu tahun ini, karen kami menemukan banyak kecurangan yang terjadi dan ketidaknetralan penyelenggara pemilu,”
imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada KPU Pusat maupun Kepri agar keluhan tersebut menjadi atensi sebelum ketuk palu.
” Rencananya waktu dekat Aliansi Ormas dan LSM Kota Batam akan melayangkan surat gugatan kepada Bawaslu RI, KPU RI dan DKPP untuk meminta persoalan tersebut menjadi atensi utama saat ini,” ungkapnya. (Zel)




Komentar