MENGENAKAN kemeja kotak-kotak dengan ditemani topi berwarna coklat, Indra Nara tampak bersemangat menceritakan perjalanan kariernya di kota Batam hingga mendirikan sekolah non formal dan formal. “Masuk Batam tahun 2014, pernah bekerja di pabrik di kawasan Batuampar sebagai QC Painting.”
Indra mulai menekuni dunia pendidikan pada tahun 2016 dengan mendirikan sekolah non formal dengan program pendidikan Pramugari, Staff Penerbangan dan Keamanan Penerbangan (Avsec). “Buka sekolah non formal tahun 2016, bekerjasama dengan pihak Lion Air dan Citilink,” kata Indra sembari mengangkat cangkir kopinya, Senin (28/07/2020).
Kata Indra, lembaga pendidikan non formal yang didirikannya tersebut untuk menjawab kebutuhan pramugari dalam dunia penerbangan kedepannya. “Untuk class room kita bekerjasama dengan pihak hotel di daerah Batam Centre,” ujar pria asal Minang itu.
Saat ini pria berusia 42 tahun tersebut tengah mempersiapkan pembangunan sekolah formal mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. “Saya mendapat kepercayaan dan bekerjasama dengan pemilik hotel Golden Prawn, bapak Abi (Tek Poo),” kata dia.

Abi, kata Indra, memberikan kepercayaan untuk mengubah swalayan yang tepat berada di depan masjid Cheng Ho yang berada di kawasan wisata Golden City menjadi sebuah sekolah. “Untuk sementara lantai 2 dan 3 kita gunakan untuk sekolah,” ujarnya.
Sekolah itu nanti, kata pria yang berprofesi sebagai dosen tetap di Universitas Ibnu Sina itu akan berfokus pada program pendidikan Perhotelan, Pariwisata dan Informatika. “Kita fokus pada dunia wisata, karena saya melihat peluang untuk itu sangat besar,” kata dia.
Ia berharap sekolah yang dinaungi Yayasan Batam Cipta Prestasi ini nanti bisa menampung warga Batam dan warga sekitar khususnya yang memiliki minat dalam dunia wisata dan informatika. “Semoga berjalan lancar,” kata pria yang tengah melanjutkan pendidikan S3 di UPSi Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia ini. (Is)




Komentar