Beranda / Berita Terbaru / Dialog Bela Negara Mahasiswa Batam Bangun Peradaban Maritim Nusantara

Dialog Bela Negara Mahasiswa Batam Bangun Peradaban Maritim Nusantara

PROBATAM.CO, Batam – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam menggelar forum dialog peningkatan kesadaran bela negara untuk Mahasiswa se-Kota Batam.

Mengingat kegiatan ini tentunya sangat erat kaitannya dengan masalah penegakan kedaulatan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Pangkalan Armada Kamla Barat, Kolonel Bakamla Ade Prasetia S ditemui usai mengisi kegiatan sebagai pemateri, mengatakan bahwa kemaritiman dinilai sangat penting bagi generasi muda Indonesia.

Sehinga seyogianya ada keingintahuan generasi muda pada kemaritiman sebagai jati diri bangsa pelaut yang besar.

“Perlunya perubahan maindset bagi rakyat Indonesia yang selama ini terlanjur berorientasi darat,” kata Ade, Sabtu (28/9).

Kemah Bela Negara Kader Kadet RI Siliwangi Santri Camp 2026 Se Jabar-Banten Sukses Digelar

Ade mengatakan bahwa 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan sehingga sepatutnya wilayah laut Indonesia tersebut benar-benar diperhatikan sehingga dapat mengoptimalkan pembangunan Indonesia secara masif.

Sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo pada saat penyelenggaraan poros maritim dunia bahwa terlalu lama bangsa Indonesia memunggungi laut dan laut adalah masa depan dunia.

Oleh karenanya Ade memilih materi Membangun Kembali Peradaban Maritim Nusantara dengan tujuan untuk mentrigger kembali maindset mahasiswa agar menjadikan laut sebagai aspek utama di dalam optimalitas membangun bangsa ini.

Ia juga mengatakan untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan kesadaran bela negara yang pada hakikatnya merupakan pola sikap dan perilaku yang dijiwai kecintaannya kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara menghayati dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.

Sehingga memiliki keyakinan akan hak, kewajiban serta tanggung jawabnya sebagai warga negara yang rela berkorban untuk membela bangsa dan negara demi eksistensinya.

Furqon dan Usman, Dua Santri Asal Cipanas Lebak Ingin Ikuti Jejak Jenderal Santri.

Hal ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk oleh setiap warga negara dengan tidak membedakan asal usul yang berdasarkan suku, ras, agama, keturunan, dan daerah, tetapi yang terpenting adalah pengabdian setiap warga negara sesuai dengan kemampuan dalam bidang profesi masing-masing.

“Saya berharap apa yang sudah diberikan bisa diserap dengan maksimal olah adek-adek mahasiswa, sehingga bisa bersama-sama menjaga Batam, Kepri khususnya dan Indonesia umumnya lebih Kondusif,” pungkasnya. (hai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement