PROBATAM.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan akan menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlambat mengirimkan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat dikonfirmasi usai menghadiri Lampung Financial Festival (Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Sabtu, Zulhas menyebut kendala pengiriman sebagai pemicu kasus keracunan MBG yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, meskipun fasilitas dapur memadai, masalah muncul dari kebiasaan petugas, seperti keterlambatan pengiriman makanan yang seharusnya dikirim pukul 06.00 tetapi baru dikirim pukul 11.00.
“Dapur bagus, semua bagus. Tapi budaya. Misalnya, masak harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11. Itu menimbulkan keracunan,” ujar Zulhas.
Zulhas menegaskan kasus keracunan MBG murni disebabkan kesalahan manusia, baik karena kelalaian maupun kesengajaan. Ia berencana mengevaluasi sistem distribusi SPPG dalam dua bulan ke depan dan akan menindak tegas satuan yang terbukti lalai, dengan sanksi bahkan mencakup pemecatan karyawan SPPG terkait.
“Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini menyangkut 60 juta orang. Ini yang kami lagi tertibkan. Kasih waktu dua bulan, kami akan menyelesaikan ini. Dan saya sudah minta tidak boleh ada toleransi. Yang lalai, ganti. SPPG siapa saja yang terlibat, ganti. Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita walaupun satu orang keracunan,” tuturnya.
Berdasarkan data terbaru Badan Gizi Nasional (BGN), seluruh korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, kondisinya membaik, dengan sisa 22 orang masih dirawat di sembilan rumah sakit. Dari 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah kembali ke pondok setelah mendapat perawatan medis.
Wakil Kepala BGN Mayor Jenderal TNI Trenggono menyatakan BGN telah menangguhkan operasional SPPG Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sejak Rabu (2/9) menyusul kejadian tersebut untuk investigasi dan evaluasi terhadap dugaan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar. Selain menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah, BGN juga telah mencopot kepala dapur tersebut dan akan memeriksa penerapan prosedur operasional standar untuk mengetahui penyebab kejadian.(lam/antara)





Komentar