PROBATAM.CO, Batam – Malam penutupan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, Minggu (5/7/2026), di Dataran Engku Putri, Batam Centre, menghadirkan beragam persembahan seni dan sastra dari para budayawan serumpun.
Salah satunya adalah penampilan penyair sekaligus wartawan senior, Ramon Damora, yang membawakan pembacaan puisi dengan penuh penghayatan.
Tampil sederhana namun berwibawa mengenakan kemeja putih dipadukan selendang bermotif etnik Melayu.
Ramon berdiri di hadapan penonton sambil membacakan karya puisi Religi Dengan intonasi yang tenang namun kuat, setiap bait puisi mengalir selaras dengan iringan musik dan tata cahaya panggung, menghadirkan suasana reflektif di malam penutupan Kenduri Seni Melayu.
Layar LED utama turut menampilkan identitas serta visual pendukung selama pembacaan puisi berlangsung, memperkuat penyampaian pesan yang terkandung dalam karya sastranya.
Penampilannya menjadi salah satu bagian yang memperkaya panggung sastra Melayu pada malam terakhir KSM 2026.
Ramon Damora lahir di Muara Mahat, Kampar, Riau, pada 2 April 1978. Selain dikenal sebagai penyair, ia juga merupakan wartawan senior yang telah berkiprah hampir tiga dekade di dunia jurnalistik.
Karya-karya puisinya telah dimuat di berbagai media nasional, seperti Kompas, Koran Tempo, Republika, dan Jawa Pos, serta diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis.
Di dunia pers, Ramon pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau selama dua periode. Pada kepengurusan PWI Pusat periode 2025–2030, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, sekaligus aktif sebagai Penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran Ramon Damora memperkaya KSM tahun ini dan ada yang berbeda terasa dari Penampilannya ,
” Ada sesuatu yang berbeda dari seniman Ramon Damora, seperti ada nya reformasi dikarya nya. Serasa ada perjalanan batin yang mengelora di dari penampilannya, ” ujar Ardiwinata.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menilai kehadiran Ramon semakin memperkaya warna sastra pada Kenduri Seni Melayu tahun ini.
“Ramon Damora merupakan sosok yang konsisten berkarya, baik sebagai penyair maupun insan pers. Kehadirannya memberi inspirasi bahwa sastra tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga menjadi media untuk merawat ingatan kolektif dan jati diri masyarakat Melayu,” katanya.
Penampilan Ramon Damora menjadi salah satu rangkaian pembacaan puisi pada malam penutupan Kenduri Seni Melayu 2026. Melalui karya yang dibacakannya, ia menunjukkan bahwa kekuatan kata-kata mampu menjembatani dunia sastra, budaya, dan jurnalistik dalam satu panggung yang sama. (*/hel)





Komentar