PROBATAM.CO, Batam – Semangat persatuan dan pelestarian budaya Melayu menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam, Dato Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhammad Amin, pada malam pembukaan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, Jumat (3/7/2026), di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Batam.
Di hadapan tamu kehormatan, delegasi budaya dari dalam dan luar negeri, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara, Raja Muhammad Amin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya Melayu sebagai identitas Kota Batam yang majemuk.
Mengawali sambutannya, Raja Muhammad Amin mengajak seluruh hadirin memberikan apresiasi kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, atas komitmen dan konsistensi menjaga keberlangsungan Kenduri Seni Melayu yang telah berlangsung sejak tahun 1999.
“Kami dari LAM Kota Batam menyampaikan apresiasi, tahniah, dan sabas kepada Pemerintah Kota Batam yang terus menjaga keberlangsungan Kenduri Seni Melayu. Selama 27 tahun, event ini tetap menjadi ruang untuk memartabatkan seni dan budaya Melayu. Semoga Kenduri Seni Melayu terus berlanjut dan semakin besar pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Raja Muhammad Amin, keberhasilan Kenduri Seni Melayu menjadi bukti bahwa Batam tidak hanya berkembang sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai Bandar Dunia Madani yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.
Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan sejumlah pantun dan petuah Melayu yang mengajak masyarakat untuk menjaga sejarah, adat, dan budaya sebagai warisan yang harus terus dilestarikan.
“Mari lestarikan sejarah, seni, dan budaya agar tak hilang ditelan zaman,” ucapnya melalui salah satu pantun yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Suasana semakin hangat ketika Raja Muhammad Amin menyampaikan pantun berbahasa Inggris yang ditujukan kepada para tamu mancanegara sebagai simbol persahabatan dan keterbukaan Batam terhadap dunia.
“Let we build a better relationship, make Batam a better place to visit,” tuturnya yang langsung mendapat sambutan antusias dari para delegasi internasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan Lembaga Adat Melayu memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi ruh penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu.
“LAM merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Batam dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Melayu. Melalui sinergi yang terjalin selama ini, Kenduri Seni Melayu mampu terus berkembang menjadi event budaya yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mendapat perhatian dari negara-negara serumpun,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Raja Muhammad Amin mengajak seluruh masyarakat, baik Melayu maupun non-Melayu, untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan Batam sebagai rumah bersama.
“Mari kita jadikan Batam sebagai kampung kita bersama. Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Dimana kaki kita bertapak, Disitu Adat yang kita sanjung. Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Batam yang aman, damai, sejahtera, dan tetap menjunjung tinggi marwah budaya Melayu,” pungkasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegas bahwa Kenduri Seni Melayu bukan hanya sebuah festival seni, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus di tengah masyarakat yang majemuk. (*/hel)





Komentar