Beranda / Peristiwa / Polisi: Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KA di Bekasi Belum Diservis

Polisi: Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KA di Bekasi Belum Diservis

PROBATAM.CO, Batam – Polisi menyebut taksi Green SM yang terlibat kecelakaan dengan KRL di dekat Stasiun Bekasi Timur belum diservis atau menjalani perawatan rutin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, seharusnya taksi tersebut menjalani perawatan rutin setiap 15 ribu kilometer sekali.

“Taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depo untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan. Tapi sampai dengan 24.000 itu belum dilakukan maintenance,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (8/5).

Budi mengatakan, temuan ini akan didalami, apakah hal tersebut menjadi penyebab taksi itu mogok atau tidak.

“Nah, kita masih mendalami apakah akibat tadi pertanyaan tadi mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,” ucapnya.

Tim DVI Kesulitan Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS: Tulang dan Gigi Hancur

Sopir Taksi Keluar Lewat Jendela

Budi memaparkan, saat taksi itu mogok di tengah perlintasan kereta, sopir sempat terjebak di dalam. 

“Pada saat dibawa, itu kendaraan mati di perlintasan sebidang jalur kereta api. Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa,” kata Budi.

“Transmisi berpindah ke parkir,” sambungnya.

Warga sekitar pun membantu menolong sopir itu. Ia akhirnya bisa keluar dari taksi melalui jendela.

Penampakan Apartemen di Batam, Markas WNA Sindikat Penipuan Investasi

“Sopir ini bisa keluar selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir,” ucap Budi.

Penyebab Mogok Masih Didalami

Budi mengungkapkan penyebab mobil tersebut terhenti di tengah perlintasan kereta api masih dalam proses pendalaman. Pendalaman ini juga dilakukan secara bersamaan oleh Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Nah, ini masih didalami. Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel,” ujar Budi.

Selain soal matinya mobil listrik, polisi juga masih mendalami penyebab tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Pendalaman ini menelusuri sistem peringatan dini, perekam suara, hingga keberadaan informasi dari pengawas terhadap KA Argo Bromo.

Bantah Pencabutan, Mualaf Center Indonesia Tak Pernah Fasilitasi Richard Lee

“Nah ini masih didalami. Apakah terkait tentang early warning system ataupun voice logger ataupun informasi yang disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat informasi belum apabila ada di depan kereta api yang sedang mengalami kecelakaan dan berhenti?” tutur Budi.

Diketahui, taksi Green SM itu mogok di tengah perlintasan kereta api hingga tertemper rangkaian KRL. Insiden itu menyebabkan perjalanan KRL lainnya terhambat.

Di Stasiun Bekasi Timur, rangkaian KRL lainnya terhenti akibat tabrakan taksi Green SM tersebut. Hingga akhirnya, rangkaian KRL ditabrak oleh Kereta Argo Bromo Anggrek.

Sumber : KUMPARAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement