PROBATAM.CO, Batam – Sebanyak 3 dari 20 orang pendaki tewas dalam peristiwa meletusnya Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Dari ke 3 korban tersebut, 2 orang merupakan warga negara Singapura dan 1 warga negara Indonesia (WNI).
Mereka terjebak di puncak Gunung Dukono akibat erupsi hebat yang terjadi pada Jumat (8/5) pagi tadi.Informasi soal korban tewas disampaikan Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu saat dikonfirmasi. Kapolres menegaskan ketiga jenazah masih berada di puncak gunung.
“Ada 3 orang: 2 WNA 1 warga Jayapura yang sudah lama di Ternate. 15 Orang [pendaki] sudah ada di pos pengamatan, 2 orang masih di atas, dia mau ikut membantu Tim SAR untuk lakukan evakuasi,” ungkap Kapolres.
Informasi sebelumnya, WN Singapura yang menjadi korban tewas adalah Sahnaz dan Timo.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, 15 pendaki berhasil dievakuasi ke Pos Pengamatan di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, dalam kondisi selamat.
Kapolres juga mengatakan, jarak dari pos pengamatan Gunung Dukono ke titik korban meninggal dunia diperkirakan lebih dari 10 km. Saat ini Tim SAR Gabungan masih berupaya mengevakuasi ketiga jenazah.
“Semua sudah ter-cover, tinggal yang meninggal yang mau dievakuasi, namun menunggu situasi. Yang meninggal masih di puncak, jarak dari titik pos pengamatan sekitar 10 km, sementara belum dievakuasi, lagi diupayakan,” jelasnya.
Daerah Rawan di Radius 4 Km
Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl). Status Dukono saat ini di Level II atau Waspada.
Sejak akhir tahun lalu, PVMBG sudah mengimbau agar pendaki tidak memasuki wilayah bahaya dalam radius 4 km dari bibir kawah Malupang Warirang.
Sumber : KUMPARAN





Komentar