Beranda / Peristiwa / Cerita Petugas SPBU yang Dianiaya Oknum Diduga Aparat: Mau Melerai Malah Dipukul

Cerita Petugas SPBU yang Dianiaya Oknum Diduga Aparat: Mau Melerai Malah Dipukul

PROBATAM.CO, Batam – Insiden penganiayaan dialami oleh petugas SPBU Cipinang, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2) malam, oleh pelaku yang menyebut dirinya sebagai oknum aparat.

Salah satu korban, Abud, menceritakan detik-detik dirinya menjadi sasaran amukan seorang konsumen meski saat itu ia sudah selesai bertugas (off shift).

Abud mengaku tidak mengetahui awal mula keributan secara detail. Kehadirannya di lokasi kejadian murni karena ingin menghampiri rekannya yang sedang bertugas.

“Awalnya saya mau ngasih es ke Lukman (rekan kerja yang juga jadi korban pemukulan). Nah, eh terus Lukman pada ke situ kan. Terus saya pas di situ rame gitu ‘ada apa’ gitu. Agak kepo juga tuh. Nyamperin ke situ, terus saya berdiri di belakang Anam,” ujar Abud saat ditemui di SPBU Cipinang, Selasa (24/2).

Situasi memanas ketika pengawas SPBU bernama Anam mencoba memberikan penjelasan kepada konsumen tersebut. Namun, konsumen yang emosi justru melayangkan pukulan. Abud yang berada di posisi dekat Anam pun tak luput dari serangan.

Trump Klaim AS Akan Dapat “Debu Nuklir” Iran Tanpa Biaya

“Belakang Anam, terus Anam digampar. Kita pada refleks tuh semuanya kan, pada udah pada mau ngelerai gitu. Tapi dia (pelaku) gak tahu kenapa malah nyasarnya ke saya gitu. Habis ke Anam, ke saya gitu,” tuturnya.

Akibat serangan mendadak tersebut, Abud mengalami luka di bagian wajah. “Dipukul di muka, dipukul pakai kepalan tangan. Di mata bagian kiri,” tambah Abud.

Ia menegaskan, dirinya tidak terlibat dalam perdebatan awal terkait pengisian BBM, namun nasib nahas justru menimpanya.

“Iya, saya gak dari awal, itu makanya pas saya datang juga udah rame sebenernya. Jadi saya gak begitu tahu jelas gitu detailnya,” jelasnya.

Atas kejadian ini, Abud bersama dua korban lainnya, yakni Anam dan Lukman, telah menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polsek Pulogadung pada Senin (23/2).

Harga Emas Antam Naik Rp 16 Ribu Jadi Rp 2,88 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,87 Juta

“Akhirnya ikut lapor. Kita visum, bareng kan semua. Kemarin iya, bareng. Senin,” pungkas Abud.

Berdasarkan keterangan Hendra selaku Pengawas SPBU, keributan ini dipicu oleh masalah prosedur barcode BBM subsidi. Kejadian bermula sekitar pukul 22.22 WIB saat sebuah mobil hendak mengisi Pertalite.

“Ketika di-scan subsidi itu, barcode-nya itu, memang pelat nomornya sesuai. Tapi foto di data barcode-nya itu tidak sesuai. Jadi mobil lain lah,” ungkap Hendra sebelumnya.

Sesuai aturan pemerintah dan Pertamina, petugas menolak pengisian karena data kendaraan berbeda dengan fisik mobil yang datang.

Hal inilah yang membuat pelaku tidak puas hingga melakukan penganiayaan terhadap tiga orang petugas SPBU.

Kemlu Iran Bantah Trump soal Penyerahan Uranium ke AS

Pelaku yang diduga sempat membawa-bawa nama instansi petugas tersebut dilaporkan mengejar korban lainnya, Lukman, hingga berkeliling area pom bensin sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Sumber : KUMPARAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement