PROBATAM.CO, BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan menunjukkan komitmen dalam melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat dengan mengambil langkah cepat menyikapi kondisi kabut asap di wilayah setempat. Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait, Senin (14/9/2026), guna memastikan penanganan berjalan terarah, terpadu, dan sesuai kondisi di lapangan.
Rapat koordinasi yang diikuti perangkat daerah, instansi terkait, serta seluruh camat se-Kabupaten Bintan secara langsung maupun daring tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak kabut asap.
Dalam arahannya, Bupati Roby Kurniawan menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh instansi diminta meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan secara intensif, serta mengambil langkah antisipasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Kita harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, seluruh instansi terkait harus bergerak bersama, melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Roby.
Lindungi Pelajar, Pembelajaran Dialihkan ke PJJ
Sebagai bentuk langkah konkret untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap pelajar, Bupati Bintan menginstruksikan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 September 2026.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi aktivitas dan mobilitas peserta didik di luar rumah selama kondisi kabut asap masih berlangsung, tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pendidikan.
Pemkab Bintan memberikan ruang bagi setiap satuan pendidikan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi dan kemampuan masing-masing sekolah. Pembelajaran dapat dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting maupun platform lainnya, atau melalui pemberian tugas oleh guru sesuai tahapan dan materi pembelajaran.
Langkah ini sekaligus mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menyeimbangkan kebutuhan perlindungan kesehatan pelajar dengan keberlanjutan kegiatan belajar mengajar.
Pemantauan Intensif dan Koordinasi Lintas Sektor
Selain menetapkan langkah antisipasi di sektor pendidikan, Bupati Roby meminta seluruh instansi terkait memanfaatkan tiga hari ke depan untuk memantau perkembangan kondisi kabut asap secara intensif.
Koordinasi dan pelaporan dari masing-masing instansi menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan lanjutan. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap keputusan yang diambil didasarkan pada perkembangan kondisi di lapangan.
“Tiga hari ke depan kita gunakan untuk melihat perkembangan kondisi ini. Saya minta seluruh instansi terkait terus melakukan pemantauan, berkoordinasi dan melaporkan perkembangannya, sehingga kita bisa menentukan langkah selanjutnya berdasarkan kondisi yang ada,” tegasnya.
Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Bintan berharap seluruh unsur pemerintah dapat bergerak secara terpadu, sehingga penanganan kabut asap dapat dilakukan secara efektif dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
Pemkab Bintan juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap berlangsung. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah, serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Bintan menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik dan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan.
Dengan langkah cepat, pemantauan berkelanjutan, dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemkab Bintan berharap kondisi kabut asap dapat segera terkendali dan aktivitas masyarakat kembali normal. (ADV/Dan/**)





Komentar