Beranda / Nasional / Keluarga Prada Lucky Minta 20 Orang Pelaku Penganiayaan Tak Dilindungi

Keluarga Prada Lucky Minta 20 Orang Pelaku Penganiayaan Tak Dilindungi

PROBATAM.CO, Kupang – Keluarga mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo, menuntut agar para pelaku atau senior di TNI AD yang melakukan penganiayaan dihukum mati. Keluarga juga meminta TNI tidak melindungi para pelaku.

“Saya hanya minta kasus ini diusut tuntas, terus dia punya pelaku dihukum mati, jangan dilindungi. Karena adik sudah tidak ada lagi,” kata kakak Prada Lucky, Lusi Namo kepada wartawan usai mengikuti upacara pemakaman secara militer di TPU Kapadala Kupang, Sabtu (9/8) sore.

“Berharap pelaku jangan dilindungi mau dia pangkat tinggi atau apa saja,” imbuhnya.

Dia mengatakan, apapun kesalahan yang dilakukan Prada Lucky seharusnya hanya mendapat pembinaan bukan harus menghilangkan nyawa. Ia pun meminta 20 orang pelaku penganiayaan tidak dilindungi.

“Saya hanya minta diusut tuntas, jangan dilindungi 20 orang (pelaku) itu apalagi (pelaku) yang pangkatnya paling tinggi,” tuturnya.

𝐒𝐞𝐤𝐝𝐚 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐛𝐮𝐭 𝐊𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐤𝐨𝐠𝐚𝐛𝐰𝐢𝐥𝐡𝐚𝐧 𝐈 𝐝𝐢 𝐊𝐚𝐛𝐮𝐩𝐚𝐭𝐞𝐧 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚

Keluarga Prada Lucky: Pelaku Penganiayaan Maut Duri Dalam Daging TNI
Sementara itu, Kepala Staf Brigif 21 Komodo, Letkol Inf. Bayu Sigit Dwi Untoro mengatakan saat ini kasus tersebut dalam proses dan telah diserahkan kepada Polisi Militer Angkatan Darat.

“Semua masih dalam proses, semua sudah kita serahkan ke Denpom yang melakukan kegiatan penyelidikan,” kata Letkol Bayu Sigit usai memimpin upacara militer pemakaman Prada Lucky.

Dia juga meminta agar semua pihak bisa bersabar karena proses penyelidikan sedang berjalan dan membutuhkan waktu untuk mengungkap kasus kematian Prada Lucky untuk diselesaikan dengan tuntas.

Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo tewas diduga akibat alami penyiksaan yang dilakukan oleh seniornya di dalam asrama batalyon.

Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8). Dia sempat menjalani perawatan selama empat hari di Intesive Care Unit RSUD Aeramo, Nagekeo.

Putin Tolak Temui Zelensky Bahas Akhir Perang: Saya Tidak Melihat Gunanya

Jenazahnya kemudian dibawa pulang ke Kupang setelah dijemput oleh orangtua kandungnya yakni Serma Kristian Namo dan Ibunya Sepriana Paulina Mirpey pada Kamis (7/8).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di rumah duka, usai ibadah pemakaman, jenazah pun diserahkan kepada TNI untuk dimakamkan secara dinas kemiliteran. Upacara militer dipimpin Kepala Staf Brigade Infanteri 21 Komodo, Letkol. Inf. Bayu Sigit Dwi Untoro. (cnni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement