PROBATAM.CO, Batam-Paguyuban para orangtua/wali siswa Kelas X-C SMAN 4 Batam terbentuk usai silaturahmi, tukar pendapat dan sharing session antara orangtua/wali siswa dengan Wali Kelas X-C Albadri, S.Pd.i, di ruang Labor SMAN 4 Batam, Jumat (21/7/2023).
Tujuan pembentukan wadah diantaranya, sebagai alat komunikasi dan koordinasi yang inten antara orangtua/wali siswa dengan sekolah khususnya Wali Kelas dari siswa kelas X-C.
” Pertemuan dan silaturahmi pertama antara saya sebagai wali kelas dengan bapak- ibu supaya sama visi dan misi kita. Kalau sudah sama frequensinyakan nyaman ke depannya,” kata Albadri, dalam pertemuan tersebut.
“Supaya saling mengingatkan saja di antara kita. Kami selaku yang mengurus di sekolah. Kalau saya tidak menyampaikan pahit manis nya malah rasanya kurang afdhal kalau belum sampai di telinga orang tua siswa, karena saya juga bertanggungjawab untuk mensosialisasikan,” tambahnya.
Orang tua harus merubah paradigma berpikirnya, dimana sekolah bukan hanya tempat penitipananaknya untuk mendapatkan pembelajaran dimana semua peran diambil alih oleh guru tanpa mau terlibat dalam setiap kegiatan di sekolah. Seolah tidak mau tahu tentang kegiatan apa saja yang dilakukanoleh anaknya di sekolah.
Tetapi dalam kurikulum merdeka peran orang tua sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan sekolah terutama kegiatan proyek profil pelajar Pancasila. Orang tua membantu anaknya dalam mempersiapkan setiap proyek yang akan dilaksanakan oleh anaknya di sekolah.
“Orang tua juga berkomunikasi dengan wali kelas dalam mengontrol perkembangan anaknya respon dari orang tua sangat dibutuhkan oleh sekolah. Dan Orang tua juga bisa menjadi kontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama tidak berada di sekolah agar tidak melakukan kenakalan anak anak yang dapat membahayakan dirinya,” jelasnya.
Keberhasilan pendidikan, sambung dia bukan lagi ditentukan oleh sekolah saja tetapi ditentukan oleh seluruh insan pendidikan termasuk orang tua di dalamnya.
Ia menambahkan, Guru aktif menanyakan perkembangan dan kesulitan orang tua dalam tugas yang diberikan pada siswa, guru dan orangtua menyepakati kegiatan pembelajaran intrakulikuler maupun ekstrakulikuler dan guru membuat jurnal kegiatan pembelajaran yang terstruktur sehingga orang tua dapat menjadikan jurnal sebagai acuan belajar.
“Harapannya dengan adanya kerjasama yang baik antara guru dan orang tua dapat menjadikan persiapan dalam menyongsong kurikulum merdeka,”ucapnya.
Kemitraan yang sudah dibangun selama ini dapat menjadikan pondasi mensukseskan kegiatan pembelajaran pada kurikulum merdeka yang dilaksanakan pada siswa jenjang Sekolah Menangah Atas ( SMA ).
Tepat pada hari Jumat pada tanggal 21 Juli 2023, di ruangan Labor SMAN 4 Batam mengadakan silaturahim dan bertukar pendapat serta sharing session dengan orang tua siswa bersama wali kelas X-C Albadri mengajak orang tua untuk membuka lembaran baru ajaran 2023/2024 untuk saling mengenal dengan orang tua siswa.
” Karena rasanya tidaklah cukup hanya tergabung dengan Whats App Group (WAG),sangat penting lagi bertatap muka dengan para orang tua siswa. Menciptakan keakraban bersama orang tua untuk kepentingan kemajuan perkembangan anak dalam berbagai hal. Akademis maupun non akademis, termasuk perkembangan psikologis sosial anak- anak selama di bangku SMA,” paparnya.
Wali kelas mengajak orang tua untuk menjadi pendengar aktif untuk melihat perkembangan anaknya.Menjadi sahabat bagi anak untuk menceritakan seluruh pengalaman masa remaja.
“Mendampingi anak serta mendukung kemajuan anak setiap periode perkembangannya,” ucap pria yang mengajar di sekolah ini sejak 2011.
Selain itu, Wali Kelas juga menghimbau orang tua untuk aktif anak-anak belajar kelompok menyelesaikan tugas sekolah. Menjadikan teman se-kelas sebagai sahabat remaja untuk relasi di dunia kerja di masa mendatang.
Begitu juga hasil keputusan bersama dibentuknya pengurus Paguyuban Orangtua/wali kelas X-C yang diketua oleh Indra, Nanda sebagai Sekretaris dan Dheni sebagai Bendahara.
“Bahkan rencana Study Tour di Akhir Pembelajaran nanti di Juni 2024 , InsyaAllah berencana tour negara tetangga atau ke Campus Terbaik di pulau Jawa sebagai akhir kebersamaan selama setahun menjadi rekan kerja wali Kelas dan wali siswa,” ungkap Alumni UIN Imam Bonjol Padang 2007.
Ketua Paguyuban orangtua/wali siswa Kelas X- C SMAN 4 Batam, Indra. H mengatakan pembentukan Paguyuban Orang Tua ini sebagai implementasi dari Permen Nomor 11 Tahun 2015 tentang Kemitraan Sekolah.
Menurut hematnya, pertimbangan dibentuknya paguyuban orang tua karena sekolah tidak dapat sendirian mendidik siswa karena sesuai Trilogi Pendidikan, pendidikan melibatkan pihak keluarga, sekolah dan masyarakat.
“Sedangkan pendidikan yang utama dan pertama sebenarnya menjadi tanggung jawab keluarga atau orang tua. Oleh karena itu, untuk mendidik siswa harus ada kemitraan atau kolaborasi antara sekolah dengan orang tua/wali siswa,” imbuhnya.
Perwakilan orang tua siswa ini mengakui orang tua jelas tidak mungkin mendidik anaknya sendiri sejak pra sekolah hingga usia sekolah. Karena itulah orang tua menitipkan anaknya pada lembaga pendidikan atau sekolah.
“Orang tua tidak dapat mendidik sendiri anaknya sehingga menitipkan pada sekolah. Dasarnya adalah trust, kepercayaan antara orang tua dengan pihak sekolah,” pungkas orang tua dari Calvin Aditya Friendly. (*).




Komentar