Beranda / Berita Utama / Total Kepri 21 Kasus, 10 Positif Diantaranya di Batam Termasuk Lima Kasus Baru Kemarin

Total Kepri 21 Kasus, 10 Positif Diantaranya di Batam Termasuk Lima Kasus Baru Kemarin

Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Azril mengatakan untuk Batam saat ini ada lima kasus tambahan, sehingga totalnya kasus positif covid-19 di Batam menjadi 10 kasus dan total untuk Kepri 21 kasus. (photo:int)

PROBATAM.CO, Batam – Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Azril Apriansyah mengatakan untuk Batam saat ini ada lima kasus tambahan, sehingga totalnya kasus positif covid-19 di Batam menjadi 10 kasus dan total untuk Kepri 21 kasus.

Dari data hasil pemeriksaan swab yang diterima dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI, terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang pengambilan sample swabnya dilakukan oleh Tim Analis kesehatan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, diperoleh kesimpulan terdapat lima orang warga Batam yang terdiri dua Laki-laki dan tiga perempuan terkonfirmasi Positif.

“Kasus 06 adalah seorang pelajar berusia 13 tahun berjenis kelamin laki-laki, yang bersangkutan close contact primer atau kontak erat terdekat dengan kasus 04 yang merupakan ibu kandungnya,” ujanrya.

Pada saat ibunya dalam perawatan yang bersangkutan tinggal sendiri di rumah sampai kakeknya datang untuk mendapinginya, dan pada saat itu yang bersangkutan sudah merasakan adanya gangguan kesehatan badannya terasa demam, ada muntah dan batuk ringan.

“Kemudian oleh tim medis puskesmas setempat dilakukan pemeriksaan dan diberi obat,” jelas Azril. Tanggal 1 April 2020, yang bersangkutan dilakukan Rapid Tes dan hasilnya Reaktif serta dilanjutkan dengan pengambilan spesimen swab dan hasilnya positif.

Israel Akui Foto Tentara IDF Pukul Patung Yesus di Lebanon Asli

Untuk kasus 07 adalah seorang perempuan berusia 57 tahun yang merupakan, dimana tanggal 28 Maret 2020 yang bersangkutan berobat ke UGD RS Swasta didekat rumahnya dengan keluhan mengalami demam, mual, muntah, nyeri ulu hati dan kembung sejak seminggu yang lalu.

Yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota atau keluar negeri ataupun kontak langsung dengan terduga Covid-19. Namun hasil pemeriksaan penunjang diagnostik foto rontgen oleh dokter pemeriksa ditegakkan diagnosis Viral Infection dan Pneumonia.

“Yang bersangkutan langsung ditempatkan di VIP rumah sakit tersebut. Keesokan harinya yang bersangkutan dikonsulkan ke dokter paru dan dilakukan foto rontgen ulang dengan hasil pneumonia dan infiltrate bertambah kemudian yang bersangkutan dilakukan perawatan di ruang isolasi,” papar Azril.

Tanggal 02 April 2020 kembali dilakukan pemeriksaan foto rontgen dengan kesimpulan hasil masih Pneumonia dan Infiltrate tetap. Dan tanggal 04 April 2020 yang bersangkutan meminta pulang dan dokter mengizinkan pulang mengingat kondisi yang bersangkutan semakin membaik dan stabil.

“Dan pada hari ini diperoleh hasil swab yang bersangkutan dengan kesimpulan
dinyatakan terkonfirmasi Positif. Mengacu pada hasil swab tersebut yang bersangkutan langsung ditempatkan diruang isolasi PIE RSBP Batam,” jelas Azril.

Bahlil Sebut Harga Pertamax Berpeluang Naik karena Perang

Namun demikian sampai dengan tanggal 30 Maret 2020 kondisi yang bersangkutan terlihat belum juga membaik dan mengingat yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan keluar kota, maka tim medis puskesmas setempat melakukan RDT yang
hasil kesimpulannya Reaktif.

“Saat itu yang bersangkutan diingatkan untuk Self Isolation dirumah dan berdasarkan tracing yang dilakukan kepada yang bersangkutan, keesokan harinya tim juga melakukan RDT terhadap orang serumah atau kontak dekat yaitu suami dan anaknya, selanjutnya juga diikuti dengan pemeriksaan Swab di RSUD Embung Fatimah. Dan pada hari ini baru diperoleh hasilnya dengan terkonfirmasi Positif,” papar Azril.

Kemudian kasus 09 adalah seorang perempuan berusia 32 Tahun, yang juga ASN-P3K, yang bersangkutan merupakan anak dari kasus 08 dan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota atau keluar negeri.

“Dari pemeriksaan swab dan kesimpulan hasilnya hari ini terkonfirmasi Positif, dan saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan diruang isolasi PIE RSBP Batam dalam kondisi stabil,” terang Azril.

Lebih jauh Azril mengatakan, untuk kasus 010 adalah seorang laki-laki berusia 64 Tahun yang meruoakan Pensiunan ASN. Kasus 010 ini merupakan suami dari kasua 08 dan yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan PPOK, dan juga memiliki riwayat perjalanan keluar kota satu bulan yang lalu.

Jokowi Jawab JK soal ‘Jokowi Jadi Presiden karena Saya’: Saya Orang Kampung

“Yang bersangkutan merupakan suami dari kasus 08 dan ayah dari kasus 09,” sebut Azril. Kemudian pada tanggal 31 maret 2020 tim medis puskesmas melakukan RDT kepada yang
bersangkutan dengan kesimpulan hasil Reaktif yang dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan swab yang hasilnya pada hari ini diperoleh terkonfirmasi Positif.

“Sebelumnya, tanggal 8 April 2020 yang bersangkutan sempat mengalami keluhan nyeri dada kiri yang tidak menjalar dan menembus punggung belakang serta mengalami keluhan
sesak nafas dan batuk berdahak,” imbuh Azril.

Dengan situasi demikian saat ini telah dan terus dilakukan proses kontak tracing terhadap semua orang yang ditenggarai telah kontak dengan kasus dari kedua cluster tersebut, terutama terhadap orang-orang yang berinteraksi dan beraktifitas di lingkungan kedua cluster tersebut baik pada tempat tinggal maupun ditempat bekerjanya. (hai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement