Beranda / Kuansing / Sempat Bercita-cita Jadi Insinyur Akhirnya Sukses Menjadi Kepala Daerah

Sempat Bercita-cita Jadi Insinyur Akhirnya Sukses Menjadi Kepala Daerah

Bupati Kuansing didampingi istri memotong tumpeng HUTnya ke 61. photo:ist

PROBATAM.CO, Kuansing – Sebagian besar orang-orang hebat dan sukses di negeri ini, awal dari perjalanan hidup yang dilaluinya, dilihat dari sisi ekonomi sangatlah sulit bahkan teramat sulit.

Namun, berkat ketekunan, keyakinan dan kemauan yang kuat, tempaan hidup yang keras yang dilalui membuat diri orang tersebut menjadi kuat dan akhirnya bisa meraih kesuksesan.

Kehidupan seperti itu pulalah yang dihadapi dan dirasakan oleh Drs H Mursini, M.Si Bupati Kuantan Singingi di masa hidupnya sebelum berhasil dan sukses menjadi bupati seperti sekarang ini.

Dari penuturan dirinya, tadi malam Minggu (29/12/2019) lalu di acara syukuran di HUT yang ke-61 di kediaman Mursini, yang dibuat secara dadakan, dia menceritakan bahwa kehidupannya sewaktu kecil dirinya sangatlah susah.

Istri Mursini menyuapkan nasi tumpeng ke Bupati Kuansing. photo: ist

Misalnya, ketika menempuh pendidikan, pendidikan pertama yang dilaluinya adalah Sekolah Rakyat (SR) di Desa Seberang Gunung Kecamatan Gunung Toar. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Teknik Negeri (STN) Teluk Kuantan selama tiga tahun.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

“Selama 3 tahun menempuh pendidikan di STN Teluk Kuantan untuk pergi ke sekolah setiap hari saya mengendarai sepeda dengan jarak yang begitu jauh dan medan jalan yang sulit karena belum beraspal,” kenang Bupati Kuansing, Mursini.

Terkadang, katanya, yang sangat susah itu bila hari hujan. Tanah banyak sekali lengket di roda sepeda, ia harus bersihkan dulu baru bisa dikayuhkan sepedanya kembali.

Setelah menamatkan pendidikan di STN Teluk Kuantan, pria yang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi insinyur ini, kemudian melanjutkan pendidikan ke STM Pekanbaru.

Juga banyak kehidupan sulit yang dilaluinya ketika menempuh pendidikan di STM tersebut. Namun berkat ketekunan dirinya, akhirnya kesemuanya itu bisa dilalui dan berhasil menamatkan pendidikan disana.

Namun, apalah hendak dikata cita-citanya yang besar ingin menjadi insinyur tersebut, akhirnya kandas di tengah jalan. Penyebabnya, karena perguruan tinggi teknik ketika itu belum ada di Riau. PT yang ada di Sumatera kala itu hanya di Medan, Padang, Palembang dan di pulau Jawa.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

“Untuk melanjutkan pendidikan ke Medan dan Palembang diperlukan dana Rp250 ribu, jika dinilai harga uang sekarang berkisar Rp250 juta. Terus terang keuangan saya waktu itu tidak ada sebanyak itu,” ujarnya mengingat perjuangannya yang kandas melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik dan meraih gelar insinyur.

Akhirnya ayah dua orang anak ini menerima kenyataan yang ada dan memilih melanjutkan pendidikan di jurusan sosiologi Fisipol UNRI yang nota bene tentunya berubah seratus delapan puluh derajat dari ilmu yang dirinya dapat selama ini.

“Alhamdulillah saya berhasil meraih sarjana di Fisipol UNRI,” ujar suami Emi Safitri yang semasa kuliahnya selalu aktif dalam berorganisasi baik dalam lingkungan kampus/universitas maupun di luar kampus seperti di organisasi muhammadiyah dan lain sebagainya.

Berkat dirinya biasa berorganisasi ini pulalah mengantarkan Ketua PPP Provinsi Riau ini berhasil menjadi anggota DPRD Riau priode 1997-1999, 1999-2004, 2004-2009.

Namun hanya berjalan dua tahun terus menjadi Wakil Bupati Kuantan Singingi priode 2006-2011, kemudian kembali menjadi anggota DPRD Riau priode 2014-2019 dan pada priode ini juga hanya berjalan dua tahun karena mencalonkan dirinya menjadi Bupati dan terpilih bersama H Halim untuk priode 2016-2021.

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

“Tanpa terasa saat ini saya sudah mengemban amanah sebagai Bupati Kuantan Singingi selama 3,5 tahun. Masih tersisa waktu 1,5 tahun lagi. Disisa waktu masa pengabdian kami ini, saya mengharapkan kepada seluruh jajaran pemerintahan baik kepala perangkat daerah, pejabat administrator/pelaksana maupun staf untuk fokus bekerja, pahami segala peraturan yang ada mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada pertanggungjawaban terhadap pekerjaan yang kita laksanakan. Sehingga program pembangunan yang kita laksanakan sesuai dengan visi dan misi kami dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” tukas bupati berpesan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DR Dianto Mampanini, yang didaulat memberikan sambutan mewakili pejabat yang hadir menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia Bupati Kuansing Mursini.

Menurutnya, kepemimpinan H Mursini dirasakannya seperti kebapakan jauh dari rasa atasan dan bawahan.

“Kami memdoakan bapak selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas dalam membangun daerah ini. Kami mendoakan bapak untuk bisa mewujutkan mimpi bapak membangun Kuansing dan kami siap mendukungnya,” tutup Sekda memberi dukungan.

Hadir pada acara syukuran atas kelahiran Bupati Kuantan Singingi Mursini ke 61 tersebut, anggota DPRD Riau Sardiyono, para kepala perangkat daerah kepala bagian Setda, camat dan dari pihak keluarga H Mursini. (r/iin).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement