Beranda / Nasional / Sektor 3 Gelar Sosialisasi, Satgas Citarum Dorong Pentahelix Atasi Limbah, Sedimentasi dan Alih Fungsi Hutan.

Sektor 3 Gelar Sosialisasi, Satgas Citarum Dorong Pentahelix Atasi Limbah, Sedimentasi dan Alih Fungsi Hutan.

PROBATAM.CO, Kabupaten Bandung – Satgas Citarum Sektor 3 kembali menggelar sosialisasi terkait penanganan Limbah Industri dengan mengedepankan kolaborasi untuk pemulihan dan pelestarian DAS Citarum.

Sosialisasi dihadiri oleh Dansatgas Citarum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, Dansektor 3 Kolonel Inf Makmur Siagian, DLH Prov Jabar, DLH Kab Bandung, Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi, Danramil Dayeuhkolot Kapten Inf Mulyono, Kades Cangkuang Wetan Acep Koswara, serta 125 undangan yang terdiri dari pengusaha, pengelola SPPG, Unsur Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot dan Masyarakat digelar di Aula Desa Cangkuang Wetan, Jalan Raya Cisirung, Selasa 27 Oktober 2026.

Dansatgas Citarum, Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto menegaskan bahwa sampai dengan saat ini, kondisi DAS Citarum sedang tidak baik baik saja. Selain limbah industri, kotoran hewan dan sampah masih mencemari aliran sungai.

Dikatakan Dansatgas, saat TNI tidak bertugas di sungai Citarum, Indeks Kualitas Air berada di angka 33,3, kemudian naik seiring dengan kegiatan satgas sampai pada angka 51.5, pada tahun 2025 pada saat satgas berhenti akibat efisiensi, kondisi IKA DAS Citarum kembali turun 3 point menjadi 48.84.

Selain limbah industri, kata Dansatgas, persoalan yang paling krusial di sungai Citarum adalah sedimentasi, yang dihasilkan oleh Kohe serta alih fungsi lahan yang terjadi di hulu Citarum.

Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi Hadapi Nataru 2026/2027

“Kotoran hewan juga menjadi fokus satgas dalam mencegah pencemaran di Citarum, saat ini sekitar 55 ribu ekor sapi yang baru tertangani Masalah Kohenya sekitar 40 persen, sisanya masuk ke aliran sungai,” ujar Dansatgas Citarum.

Menurutnya, apabila satu ekor sapi menghasilkan Kohe sebanyak 20 kg, maka 60 persen atau sekitar 30 ribu ekor bisa menghasilkan 600 ton perhari yang saat ini belum tertangani dengan baik.

“Apa yang terjadi di hulu Citarum, terjadi juga di tengah dan hilir, saya sering mengetuk hati para pelaku industri jangan mengorbankan ekosistem demi keuntungan ekonomi, saat ini saya masih menemukan beberapa industri yang masih membuang limbahnya seperti di Rancaekek dan Banjaran,” ungkap Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto.

Untuk sedimentasi, tambah Dansatgas, Bupati Bandung sudah menginisiasi pengerukan sedimentasi dengan konsep pentahelix nya, tinggal bagaimana masyarakat mempunyai perilaku yang baik terhadap lingkungan, menjaga nya dengan sebaik mungkin.

Di tempat yang sama, Camat Dayeuhkolot, Drs. Asep Suryadi mengatakan bahwa setiap pelaku industri juga masyarakat, sudah pasti tahu bagaimana bagaimana mengendalikan limbah dan sampah yang tujuannya adalah untuk pemulihan dan pelestarian aliran sungai.

Sinetron ‘Kesetiaan’ di SCTV Hadirkan Perjuangan Istri Mempertahakan Pernikahan di Tengah Penghianatan dan Luka Masa Lalu

“Saya tadi merinding ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya, sudah 81 tahun kita merdeka, mari kita renungi apa yang sudah kita lakukan selama ini terutama untuk lingkungan, bagaimana polusi udara, polusi air juga polusi lainnya,” ucap Camat Dayeuhkolot.

Apresiasi juga diberikan Camat terkait sosialisasi yang dilaksanakan satgas Citarum di wilayah Dayeuhkolot, menurutnya, kegiatan ini bisa kembali menyadarkan kita semua untuk kembali peduli dalam menjaga lingkungan.

“Tentunya kegiatan ini menjadi modal awal, jangan sampai menunggu kita dihukum alam, mari kita bergerak mengelola lingkungan dengan lebih baik, kita boleh maju dan mendapatkan keuntungan tapi kita juga harus tetap peduli pada lingkungan,” tutupnya. Pb/Rie**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement