Beranda / Batam / Investasi Korea di Batam Tembus Rp1,17 Triliun, Hang Nadim Jadi Magnet Baru

Investasi Korea di Batam Tembus Rp1,17 Triliun, Hang Nadim Jadi Magnet Baru

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis memaparkan peluang investasi di sektor penerbangan dan logistik dalam South Korea Aero Summit 2026 di Korea Selatan. Foto. Humas BP Batam.

PROBATAM.CO, Batam – Investasi Korea Selatan di Batam melonjak tajam pada semester I 2026. Nilainya mencapai Rp1,175 triliun, atau tumbuh 4.169,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini menjadi momentum bagi Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk memburu investasi baru, terutama di sektor penerbangan, logistik, dan industri berteknologi tinggi.

Angka tersebut bukan sekadar kenaikan statistik. Struktur investasi Korea Selatan di Batam juga mulai bergeser, dari sejumlah sektor manufaktur menuju transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Perubahan ini membuka peluang bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai simpul industri dan konektivitas regional.

“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ujar Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, saat memperkenalkan potensi Batam dalam South Korea Aero Summit 2026 di Korea Selatan, 21–22 Oktober.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, realisasi investasi Korea Selatan di Batam pada semester I 2026 mencapai Rp1,175 triliun atau sekitar 65,1 juta dolar AS. Nilai itu setara 34,1 kali realisasi sepanjang 2025 yang tercatat Rp34,41 miliar.

Korea Selatan pun menempati posisi investor asing terbesar ketiga di Batam, dengan kontribusi 6,60 persen terhadap total penanaman modal asing. Dari total investasi semester I tersebut, sekitar Rp1,170 triliun atau 99,6 persen masuk ke sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, terutama melalui PT Bandara Internasional Batam.

Ditpolairud Polda Kepri Patroli Malam di Perairan Tg Uncang – Punggur, Dukung Ruang Publik Aman

Besarnya porsi investasi di sektor tersebut menjadi salah satu alasan BP Batam memperluas penjajakan ke industri penerbangan. Dalam forum South Korea Aero Summit, Fary memaparkan peluang pengembangan perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO), kargo udara, serta industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.

Menurut Fary, pengembangan bandara tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur. Hang Nadim perlu terhubung dengan kawasan industri, jaringan logistik, dan rantai pasok global. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta kepercayaan investor juga menjadi faktor penting untuk menarik penanaman modal jangka panjang.

Upaya tersebut dilanjutkan melalui pertemuan delegasi BP Batam dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Delegasi yang dipimpin Fary, bersama Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara BP Batam Kurnia Budi, diterima Wakil Duta Besar RI, Ali Andika Wardhana.

Pertemuan itu diarahkan untuk memetakan perusahaan Korea Selatan yang berpotensi berekspansi ke Batam, membuka akses pertemuan bisnis, dan mendorong kunjungan calon investor ke kawasan industri di kota ini. BP Batam juga membidik sektor elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, penerbangan, logistik, hingga teknologi digital.

Batam dinilai memiliki modal untuk menarik minat investor, mulai dari status kawasan perdagangan bebas hingga keberadaan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan 31 kawasan industri. Kombinasi fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Batam dalam memperebutkan investasi di kawasan Asia.

Panen Jagung di Galang Tembus 15,64 Ton, Warga Juga Terima Bantuan Sembako

Rangkaian kunjungan BP Batam ke Korea Selatan pada 20–24 Oktober 2026 turut mencakup pembelajaran pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi referensi untuk memperkuat ekosistem Hang Nadim dan meningkatkan keterhubungannya dengan aktivitas industri.

Bagi Batam, tantangan berikutnya bukan hanya mendatangkan investor, melainkan memastikan penjajakan bisnis berujung pada proyek nyata. Jika peluang di sektor penerbangan, logistik, dan manufaktur berteknologi tinggi dapat direalisasikan, lonjakan investasi Korea Selatan berpotensi membuka ruang bagi penguatan industri lokal dan penciptaan lapangan kerja baru. (*)

Editor: IW

Jelang Nataru 2026, Wagub Kepri Pastikan Pasokan Gas Aman, Dorong Kemandirian Energi Daerah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement