PROBATAM.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa partainya akan terus mendukung Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Meski demikian, NasDem belum menetapkan sikap terkait dukungan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Hermawi mengatakan, partainya memilih menunggu dimulainya tahapan pemilu sebelum membahas arah dukungan untuk periode pemerintahan 2029-2034.
“Kami mendukung Prabowo sampai 2029. Untuk tahapan 2029-2034 karena belum dimulai tahapannya, sementara kami menunggu tahapan pemilunya dimulai,” ujar Hermawi kepada wartawan, Senin (12/10).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan NasDem mempertimbangkan dinamika politik yang berkembang menjelang Pilpres 2029, Hermawi kembali menegaskan bahwa pembahasan mengenai dukungan politik akan dilakukan setelah tahapan pemilu resmi dimulai.
“Menunggu tahapan pemilunya dimulai baru kami akan membicarakannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya turut menanggapi sikap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai tidak lagi secara tegas menyuarakan dukungan terhadap pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.
Doli menyatakan bahwa Golkar saat ini masih berfokus mendukung keberhasilan pemerintahan Prabowo. Ia juga menegaskan bahwa partainya telah memiliki sikap mengenai calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2029.
“Ya, sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10).
Meski telah menetapkan Prabowo sebagai calon presiden, Golkar belum menentukan sosok yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden. Menurut Doli, penetapan cawapres biasanya dilakukan menjelang masa pendaftaran pasangan capres dan cawapres.
Ia menjelaskan bahwa keputusan mengenai calon wakil presiden juga perlu dibahas bersama partai-partai politik yang nantinya bergabung dalam koalisi pengusung.
“Dan ketika ditanya, kenapa tidak sekaligus calon wakil presidennya? Pertama, waktu itu saya jelaskan, ya. Untuk penetapan atau penentuan dan penetapan calon wakil presiden, itu selalu nanti biasanya menjelang-menjelang pendaftaran capres dan cawapres,” ujar Doli.
“Karena apa? Karena itu akan dibicarakan terlebih dahulu oleh partai-partai politik pengusungnya,” lanjutnya.
Doli menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan partai politik mana saja yang akan bergabung sebagai pengusung pada Pilpres 2029. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Golkar belum menetapkan calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo.
“Dan yang kedua, biasanya penetapan calon wakil presiden itu adalah titik akhirnya adalah presiden. Si yang mau kita usung, calon presiden yang mau kita usung,” jelas Doli.(lam/kumparan)





Komentar