Beranda / Olahraga / Bulutangkis Indonesia Kembali Sumbang Dua Medali Perunggu di Asian Games Nagoya 2026

Bulutangkis Indonesia Kembali Sumbang Dua Medali Perunggu di Asian Games Nagoya 2026

PROBATAM.CO, Jakarta – Medali tersebut masing-masing diraih ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan tunggal putra Alwi Farhan.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri meraih medali perunggu setelah dikalahkan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam pertandingan semifinal dengan skor 17-21, 21-13, 9-21.

“Pertama-tama tetap mengucap syukur. Alhamdulillah, selesai sudah tugas saya di Asian Games kali ini. Kami menyumbangkan medali perunggu. Memang bukan yang kami harapkan, tetapi kami sudah bermain secara maksimal,” ujar Fajar Alfian seusai pertandingan.

Menurut Fajar, pasangan China tampil sangat baik dan mampu membaca kelemahan permainan mereka. Berbagai upaya serangan yang dilancarkan Fajar/Fikri juga mampu diantisipasi dengan pertahanan yang solid.

“Pasangan China sangat luar biasa permainannya. Mereka sangat siap dan sangat tahu kelemahan kami. Sebaliknya, kami sudah mencoba berbagai cara dengan serangan-serangan, tetapi pertahanan mereka sangat kuat,” katanya.

Kapolresta Barelang Terima Aspirasi Solidaritas Peduli Setokok, Kedepankan Dialog dan Objektivitas Hukum

Fajar mengaku targetnya bersama Fikri adalah mencapai final sesama wakil Indonesia. Ia berharap pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dapat membalas kekalahan Indonesia dan meraih medali emas.

“Kalau harapan, pasti All-Indonesian Final. Saya ingin mengulang Asian Games 2018, tetapi memang inilah hasilnya. Kami sudah bermain secara maksimal, sekuat tenaga. Semoga besok Leo/Daniel bisa membalas kekalahan kami untuk mendapatkan medali emas,” ujar Fajar.

Sementara itu, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan juga meraih medali perunggu setelah terhenti di semifinal. Alwi harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 13-21, 15-21.

Alwi mengatakan dirinya bersyukur dapat mencapai babak semifinal. Namun, padatnya pertandingan sejak nomor beregu membuat kondisi fisiknya mengalami kelelahan.

“Alhamdulillah, masih bersyukur bisa mencapai babak semifinal. Tentu tidak mudah, tentu capek juga pastinya karena dari main di beregu sampai hari ini bertemu lawan-lawan yang sangat ketat. Ada juga pertandingan dua kali sehari,” kata Alwi.

AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Alwi mengaku tetap menerima hasil yang diperolehnya. Ia menyebut kondisi fisiknya yang kelelahan membuat penampilannya tidak maksimal.

“Tapi saya tidak mau mengeluh dengan apa yang sudah ada. Saya cukup berterima kasih. Apa pun hasilnya harus saya terima. Walaupun jujur, saya kecewa dengan penampilan hari ini. Saya sudah mencoba dan sudah memaksa tubuh saya, tetapi saya rasa tubuh saya benar-benar kelelahan hari ini sehingga tidak bisa berjuang,” ujarnya.

Alwi juga mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya membuat sejumlah gerakan di lapangan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

“Saya rasa saya perlu menunjukkan fighting spirit, tetapi tadi beberapa kali ada gerakan-gerakan yang rasanya otot memang sudah tidak bisa dipaksa,” tutur Alwi usai pertandingan.

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement