Beranda / Berita Terbaru / Sambut Hari Tani, Kadis Ketapang dan HKTI Bintan Dengarkan Curhat Petani

Sambut Hari Tani, Kadis Ketapang dan HKTI Bintan Dengarkan Curhat Petani

Sambut Hari Tani, Kadis Ketapang dan HKTI Bintan Dengarkan Curhat Petani

PROBATAM.CO, Bintan – Sambut Hari Tani Nasional (HTN) 2026 dengan penuh kesederhanaan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Riang Anggraini dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bintan, dengarkan curahan hati (Curhat) petani.

Pertemuan yang penuh cerita ini mengandung makna penting dari petani Kelompok Tani Sumber Baru di perkampungan Wacopek, Kecamatan Bintan Timur itu.

“Kami sangat senang dikunjungi, silahkan dicicipi dulu,” ucap Rahmat salah seorang petani Sumber Baru sambil menunjukkan kledek ungu rebusan.

Rahmat memulai pembicaraanya dari sulitnya mendapatkan air. Hingga dia dan petani lainnya harus menunda untuk menyemai bibit tanaman lain, khawatir bibit itu mati karena pengaruh musim panas.

Baku Tembak di Intan Jaya, TNI Klaim Empat Anggota TPNPB-OPM Tewas

“Kami tak berani menyemai bibit baru, Buk, karena takut mati,” sela Nadi Ketua Kelompok Tani Sumber Baru.

Nadi dan bersama para petani yang duduk selantai dengan HKTI dan Riang seperti tidak mau menyia-nyiakan pertemuan itu.

Cerita masalah air, pinjam pakai lahan, harga pupuk yang fluktuatif, hingga tinggi rendahnya harga jual hasil panen menjadi bualan yang sempat diseriuskan Kadis Ketapang.

“Berapa keuntungan sehari dari hasil panen Pak,” tanya Riang ke Pak Rahmat.

Pertanyaan Riang justru disambut senyum Rahmat dan para Petani Sumber Baru yang ada di lokasi itu.

Dinkes DKI Ungkap Warga Usia 20 Tahun Sudah Banyak Jalani Cuci Darah

“Kami tidak bisa menghitung per hari, biasanya hasil panen, sudah ada yang jemput, hasil panen kami dibawa, biasanya terima uang dan nota. Kalau mau tau rugi untung biasanya kami lihat nota setiap akhir bulan. Kalau ditanya untung ruginya, tidak bisa dipastikan. Apalagi harga jual yang cukup murah. Kami cukup buat makan, sudah bersyukur,” ucap Rahmat lagi.

Persoalan harga beli yang sangat murah dari tengkulak menurut mereka perlu diatasi pemerintah maupun HKTI.

Harga beli yang berbanding jauh ketika sudah sampai ke pasar, memang ‘problem’ yang belum bisa dituntaskan hari ini.

Petani seperti Nadi, Rakhmat dan rekannya dari Kelompok Sumber Baru berharap ada solusi. Persoalan harga beli dari tengkulak yang tidak berstandar itu dirasa sangat memberatkan para petani.

Belum selesai masalah harga, Rahmat juga menyinggung soal sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kortastipidkor Ungkap Dugaan Pemerasan Bupati Gowa, dari Rumah hingga Uang Minimarket Rp850 Juta

“Kami harus hemat-hemat soal minyak. Kadang kami beli dari yang punya lori. Rp10 ribu seliter, karena untuk dapatkan solat subsidi, kami harus punya lahan sendiri. Padahal kami sudah bertani sejak bertahun,” ucap Nadi didepan rombongan Kadis Ketapang.

Bualan santai itu, semakin serius ketika rombongan dari PT Japfa tiba-tiba datang dari arah kendaraan rombongan Kadis Ketapang diparkir.

Eko salah satu pegawai Japfa Bintan membuka cerita dengan menawarkan sejumlah program penting.

Salah satunya pupuk dari olahan kandang ayam bisa mengatasi lahan semakin subur.

“Kami bekerjasama dengan Pemerintah san HKTI, salah satunya lewat penyediaan pupuk yang sangat baik, harga terjangkau, tentu sangat cocok untuk dikembangkan kelompok tani,” jelas Eko didepan para petani.

Eko dan rekannya menceritakan, urusan kecukupan pupuk untuk petani di Bintan memang salah satu tugas penting mereka. Selain berhasil memanenkan ayam dan telur yang dijual hingga ke luar negeri, Japfa juga menurut mereka sangat inten membantu para petani Bintan.

“Kami sangat terbuka, apabila ada petani minta dukungan ke kita, silahkan datang ke gudang atau bisa juga kontak langsung,” ucap Eko menutup pertemuan itu. (Dan/**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement