Beranda / Lingga / 28 Hektare Terbakar, Tim Gabungan Kejar Titik Api di Resun Pesisir

28 Hektare Terbakar, Tim Gabungan Kejar Titik Api di Resun Pesisir

Personel gabungan menyusuri kawasan hutan untuk mencari dan memadamkan titik api Karhutla di Resun Pesisir Lingga. Foto. Humas Polres Lingga.

PROBATAM.CO, Lingga – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, masih terus dilakukan. Memasuki hari ke-15, tim gabungan Polri bersama masyarakat kembali berjibaku memadamkan titik api yang hingga kini masih menyisakan bara dan kepulan asap.

Pemadaman dilakukan pada Sabtu (19/9/2026). Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Daik Lingga, BKO Brimobda Kepulauan Riau, serta masyarakat Desa Resun Pesisir mulai bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan membawa sejumlah peralatan pemadaman.

Kasi Humas Polres Lingga Iptu Hendri Mardison Harahap mengatakan, petugas tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas. “Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman sekaligus membuat jalur pemutus api untuk mencegah penyebaran kebakaran ke area yang lebih luas. Sampai saat ini masih ditemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap dan menyisakan bara,” ujar Hendri dalam rilisnya.

Sekitar pukul 10.45 WIB, tim tiba di lokasi dan langsung menyusuri area menuju titik api. Kondisi medan yang cukup sulit membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan waktu lebih.

Untuk menjangkau titik api, petugas menggunakan mesin pompa air atau robin yang dicampur dengan bahan pemadam khusus. Namun, jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran menjadi salah satu kendala.

Kak Patianes Sosok Pembina Pramuka Lingga Kebangaan Peserta Jambore Nasional 2026

Sebagai solusi, tim membuat satu titik tandon air untuk memudahkan distribusi air ke lokasi yang terbakar. Dengan cara tersebut, proses penyiraman dapat dilakukan secara lebih efektif meski kondisi medan cukup berat.

Masyarakat Desa Resun Pesisir juga ikut turun tangan. Warga membantu membuka dan membuat akses jalan menuju lokasi kebakaran sehingga mobilisasi personel maupun peralatan pemadaman menjadi lebih mudah.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5 personel Polsek Daik Lingga, 20 personel BKO Brimobda Kepulauan Riau dan 4 warga Desa Resun Pesisir terlibat langsung dalam penanganan Karhutla.

Tim berada di lokasi hingga sekitar pukul 21.00 WIB sebelum kembali ke lokasi awal. Selain pemadaman, personel juga melakukan pengecekan dan monitoring, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), serta berkoordinasi dengan Kepala Desa Resun Pesisir terkait perkembangan situasi.

Meski sebagian besar area telah berhasil ditangani, Karhutla di kawasan tersebut belum sepenuhnya padam. Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat sejumlah titik yang mengeluarkan asap dan menyisakan bara api.

Doa Bersama dan Santunam Anak Yatim Wujud Syukur Atas Keberhasilan Latops Terintegrasi dan Pembaretam Warga Kehormatan Korps Marinir

Kondisi lahan menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman tidak mudah. Area yang terbakar didominasi tanah gambut dan rawa kering. Ditambah lagi, terdapat sejumlah pohon besar yang telah lapuk sehingga api berpotensi kembali menyala.

Petugas juga menghadapi sejumlah kendala lain, mulai dari sulitnya memperoleh sumber air, keterbatasan peralatan pemadaman hingga kondisi cuaca panas dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.

Titik api yang tersebar di beberapa lokasi membuat pemadaman harus dilakukan secara bertahap. Petugas harus memastikan setiap titik benar-benar tertangani agar tidak kembali menyala dan memicu perluasan kebakaran.

Berdasarkan pendataan sementara, Karhutla yang mulai terjadi sejak 5 September 2026 tersebut diperkirakan telah meluas hingga ±28 hektare. Sementara area yang telah berhasil ditangani dan dipadamkan diperkirakan mencapai ±27 hektare.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sedangkan kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Rombongan Kwarcab Lingga Tiba Buper Cibubur Jakarta

Tim gabungan dijadwalkan kembali melakukan pemadaman dan monitoring pada Minggu (20/9/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik api yang masih tersisa dapat ditangani sekaligus mencegah munculnya kembali titik api baru.

Polres Lingga juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (*)

Editor: IW

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement