Beranda / Batam / Junaidi Eddy: Hukum Harus Ditegakkan, Konflik Setokok Jangan Dibawa ke Isu SARA

Junaidi Eddy: Hukum Harus Ditegakkan, Konflik Setokok Jangan Dibawa ke Isu SARA

Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy.

PROBATAM.CO, Batam – “Ini bukan persoalan SARA dan bukan persoalan kesukuan. Ini persoalan konflik antarkelompok yang berkaitan dengan lahan.” Penegasan itu disampaikan Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, menyikapi bentrokan dua kelompok yang terjadi di kawasan Setokok, Jembatan III Barelang, Kecamatan Bulang, Batam.

Junaidi meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak memperluas persoalan dengan membawa-bawa identitas suku, agama maupun kelompok tertentu. Menurutnya, penanganan perkara harus dipercayakan kepada aparat penegak hukum agar prosesnya berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyatakan mendukung langkah Polda Kepri dan Polresta Barelang dalam mengusut perkara tersebut. Junaidi meminta siapa pun yang terbukti terlibat diproses secara adil tanpa pandang bulu.

Baca Juga: Kapolda Kepri Tegaskan Hukum Terhadap Konflik Setokok

“Kami mendukung sepenuhnya penegakan hukum yang dilakukan Polda Kepri dan Polresta Barelang. Siapa pun yang terlibat harus diproses secara adil, profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu,” tegas Junaidi.

Sembilan Tahun Aston Batam, dari 99 Smiles hingga Hospitality Competition

Di sisi lain, Junaidi menilai penanganan perkara tidak cukup hanya berhenti pada proses hukum. Perhatian terhadap korban yang terluka serta keluarga korban meninggal dunia juga harus menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan Setokok.

Karena itu, ia meminta PT MIG Perkasa Industri, yang disebutnya sebagai pihak penyelenggara dan space maker, mengambil tanggung jawab terhadap para korban. Termasuk, memastikan biaya perawatan dan pengobatan korban yang mengalami luka serta memberikan tanggung jawab yang layak kepada keluarga korban meninggal dunia.

Menurut Junaidi, tanggung jawab tersebut penting, baik dari sisi moral maupun materil. Hal itu diperlukan agar keluarga korban tidak merasa ditinggalkan setelah peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

Perhatian Junaidi terhadap keluarga korban kemudian diwujudkan dengan mendatangi rumah duka almarhum Edi Palue. Dalam kunjungan itu, ia menyampaikan belasungkawa sekaligus menerima permohonan keluarga agar membantu memperjuangkan tanggung jawab yang layak dari pihak perusahaan.

“Keluarga almarhum menyampaikan permohonan kepada saya agar dapat membantu memperjuangkan hak dan tanggung jawab yang layak. Karena itu, saya tidak ingin hanya datang menyampaikan belasungkawa. Kami juga harus hadir memberikan bantuan nyata kepada keluarga yang sedang berduka,” kata Junaidi.

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

Junaidi menyebut telah menyerahkan bantuan dana santunan dan sembako kepada keluarga almarhum. Ia juga tengah berupaya mengusahakan bantuan pendidikan bagi anak-anak almarhum, termasuk biaya sekolah dan kuliah.

“Harapan kami, anak-anak almarhum tetap bisa melanjutkan pendidikan dan masa depannya tidak terputus hanya karena kehilangan ayah. Ini bentuk kepedulian kami kepada keluarga korban,” ujarnya.

Sementara itu, bentrokan di Setokok yang terjadi pada Senin (14/9) sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Aparat menyebut perkara tersebut berkaitan dengan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama. Sejumlah orang juga telah diamankan dan proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat masih berjalan.

Dalam perkembangan penanganan perkara, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyatakan penyelidikan masih dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Masyarakat juga diminta mempercayakan penyelesaian perkara kepada kepolisian dan tidak menyelesaikan sengketa lahan dengan cara kekerasan.

Junaidi kembali mengingatkan agar situasi di Setokok tidak dipanaskan dengan isu yang tidak berkaitan dengan akar persoalan. Ia mengajak kedua belah pihak menahan diri dan tidak mudah terpancing provokasi.

Peringati Hari Perhubungan Nasional 2026, Jasa Raharja Kepri Dukung Peningkatan Fasilitas Pelayanan di Terminal Ferry Kota Batam

“Jangan sampai persoalan ini berhenti hanya pada proses hukum. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, ada korban yang harus menjalani perawatan dan ada anak-anak yang membutuhkan kepastian masa depan. Semua itu harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak. Pada saat yang sama, tanggung jawab terhadap korban dan keluarga korban juga segera mendapat perhatian.

Junaidi mengajak seluruh elemen masyarakat Batam dan Kepulauan Riau bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun terpancing provokasi yang dapat memperkeruh suasana.

Menurutnya, persoalan Setokok harus diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak boleh kembali menimbulkan korban. (*)

Editor: IW

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement