PROBATAM.CO, Jakarta – Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menuduh kelompok Houthi mengarahkan serangan ke Makkah, kota suci umat Islam, pada Rabu (16/9). Tuduhan tersebut mendapat kecaman dan dikhawatirkan semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir memimpin sejumlah negara Arab dalam menghadapi kelompok Houthi di Yaman yang mendapat dukungan Iran. Koalisi tersebut juga memberikan dukungan kepada pemerintahan Yaman.
Konflik antara kedua pihak kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. Situasi turut diwarnai pemblokiran jalur maritim di Laut Merah terhadap kapal-kapal yang dimiliki maupun memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi.
Houthi pada pekan ini bahkan mengklaim telah menguasai seluruh pesisir Yaman yang berada di sepanjang Laut Merah hingga Selat al-Mandab. Kawasan tersebut merupakan jalur penting bagi ekspor minyak Arab Saudi.
Namun, kelompok Houthi membantah tuduhan bahwa mereka melancarkan serangan drone yang menyasar Makkah. Mereka menyebut kabar tersebut sebagai informasi bohong.
“Klaim mengenai penargetan Makkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi dapat memperdaya siapa pun,” tulis Hazem al-Assad dari biro politik Houthi melalui X, sebagaimana dikutip AFP.
Di sisi lain, koalisi yang dipimpin Saudi menyatakan akan mengambil tindakan sebagai respons atas dugaan serangan tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa keamanan tanah suci menjadi batas yang tidak dapat dilanggar.
“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan garis merah, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan serta memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi,” demikian pernyataan koalisi yang disampaikan juru bicara Turki al-Maliki melalui X.(lam/kumparan)





Komentar