Beranda / Ekonomi / J.P. Morgan Ungkap Faktor yang Jadi Perhatian Investor Asing di Pasar Saham RI

J.P. Morgan Ungkap Faktor yang Jadi Perhatian Investor Asing di Pasar Saham RI

PROBATAM.CO, Jakarta – J.P. Morgan menilai investor asing masih mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum kembali menanamkan modalnya di pasar saham Indonesia. Pergerakan nilai tukar rupiah serta persoalan tata kelola menjadi perhatian utama setelah investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau outflow hingga USD 5 miliar sepanjang 2026.

CEO dan Senior Country Officer J.P. Morgan, Gioshia Ralie, mengatakan kepercayaan terhadap tata kelola dan transparansi pemerintah menjadi hal penting bagi investor asing sebelum menempatkan dananya di Indonesia.

“Investor asing perlu merasa nyaman dengan pemerintah, terutama terkait tata kelola dan transparansi yang baik. Salah satu perhatian mereka di luar MSCI adalah kepastian anggaran negara, apakah batas defisit 3 persen akan tetap dipertahankan atau tidak,” kata Gioshia dalam media briefing di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurut Gioshia, stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor penting karena investor asing perlu mengantisipasi risiko kerugian akibat perubahan kurs ketika mengonversi kembali investasinya ke dolar AS. Pada Kamis (3/9) pukul 14.40 WIB, rupiah tercatat menguat 0,59 persen menjadi Rp17.659 per dolar AS.

Ia menjelaskan bahwa kondisi mata uang juga tidak terlepas dari tingkat kepercayaan investor terhadap pengelolaan anggaran negara. Dalam hal ini, transparansi mengenai penerimaan dan belanja pemerintah menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.

Suplai Air Batam Berangsur Normal, BP Batam dan PT ABHi Perkuat Layanan di Wilayah Prioritas

“Jangan sampai ada kebijakan yang keliru. Postur APBN harus menunjukkan penerimaan ditingkatkan dan pengeluaran dijaga agar defisit tidak melebihi 3 persen,” ujarnya.

Investor Masih Menanti Kepastian MSCI

Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan, Benny Kurniawan, mengatakan kepastian mengenai indeks MSCI juga menjadi salah satu faktor yang dinantikan investor asing sebelum kembali melakukan pembelian saham di pasar domestik.

“Faktor MSCI menjadi salah satu penentu, yang diharapkan mendapatkan kepastian pada November mendatang,” ujar Benny.

Tidak hanya MSCI, investor juga memperhatikan sejauh mana regulator, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjalankan langkah-langkah reformasi di pasar modal.

Saat Regulasi Tak Menjangkau, PWI Bintan Bangun Rumah untuk Warga Sebatang Kara

Benny menilai pemulihan aliran modal asing ke Indonesia juga membutuhkan dukungan dari pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan tersebut adalah realisasi investasi.

“Untuk membuat asing kembali ke Indonesia, kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, dan itu bisa didorong dari sektor investasi,” tutur Benny.(lam/kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement