Beranda / Peristiwa / Polda Metro Jaya Sebut Foto yang Klaim Tampilkan Terduga Pelaku Kericuhan 27 Agustus Terindikasi Manipulasi AI

Polda Metro Jaya Sebut Foto yang Klaim Tampilkan Terduga Pelaku Kericuhan 27 Agustus Terindikasi Manipulasi AI

PROBATAM.CO, Batam – Polda Metro Jaya menyatakan sejumlah foto yang beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan wajah terduga pelaku kericuhan setelah aksi penyampaian aspirasi pada 27 Agustus terindikasi dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hal tersebut disampaikan Polda Metro Jaya melalui akun Instagram resminya pada Senin (31/8). Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai foto-foto yang beredar sebelum keaslian gambar dan identitas orang yang ditampilkan dapat dipastikan.

Dalam unggahannya, Polda Metro Jaya menyebut terdapat sejumlah postingan di media sosial yang menampilkan beberapa foto dan menyebut orang dalam gambar sebagai terduga pelaku kericuhan.

“Beredar di media sosial sejumlah postingan yang menampilkan beberapa foto dan menyebut wajah seseorang sebagai terduga pelaku,” tulis Polda Metro Jaya.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap foto-foto tersebut dengan menggunakan AI Image Detector. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan indikasi bahwa gambar yang beredar bukan merupakan foto asli yang menampilkan wajah pelaku, melainkan gambar yang dihasilkan atau telah dimanipulasi dengan teknologi AI.

Kurangi Tekanan Biaya Hidup, Malaysia Naikkan Kuota BBM Bersubsidi Jadi 300 Liter per Bulan

“Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan AI Image Detector, foto tersebut terindikasi sebagai gambar yang dihasilkan atau dimanipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI),” lanjut keterangan tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan bahwa polisi masih melakukan penelusuran terhadap berbagai rekaman yang beredar di media sosial untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan.

Budi menyebut penyelidikan dilakukan dengan menganalisis video-video amatir yang beredar di media sosial dan sumber lainnya.

“(Polisi masih) melakukan penyelidikan dan analisa video-video amatir dari medsos dan lain-lain,” kata Budi melalui pesan tertulis pada Senin (31/8).

Kericuhan terjadi setelah aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8). Kericuhan tersebut kemudian meluas ke sejumlah titik di sekitar kawasan Pejompongan dan Slipi, Jakarta Barat.(lam/kumparan)

China Uji Kereta Maglev hingga 800 Km/Jam, Capai Kecepatan Ekstrem dalam Hitungan Detik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement