Beranda / Olahraga / PSSI Soroti Serangan terhadap Justin Hubner dan Keluarganya di Media Sosial

PSSI Soroti Serangan terhadap Justin Hubner dan Keluarganya di Media Sosial

PROBATAM.CO, Batam – PSSI angkat bicara mengenai serangan di media sosial yang ditujukan kepada bek Timnas Indonesia, Justin Hubner. Tidak hanya sang pemain, keluarganya juga menjadi sasaran ujaran kebencian, ancaman, hingga serangan bernuansa rasis.

Persoalan tersebut bermula setelah pertandingan Timnas Indonesia menghadapi Vietnam pada Piala AFF 2026. Indonesia dalam laga tersebut kalah dengan skor 0-3 dari tim asuhan Kim Sang Sik.

Usai pertandingan, Hubner memberikan pembelaan terhadap rekan-rekannya di Timnas Indonesia. Ia juga merespons kemenangan Vietnam dengan menyiratkan bahwa Indonesia dapat tampil lebih kuat apabila kembali bertemu dengan Vietnam dalam kondisi diperkuat skuad utama.

Pernyataan Hubner kemudian memicu reaksi dari sejumlah netizen Vietnam. Serangan yang diterimanya di media sosial bahkan berkembang hingga menyasar anggota keluarganya.

Menanggapi situasi tersebut, PSSI meminta agar perbedaan pendapat maupun kritik tidak berkembang menjadi serangan terhadap pribadi pemain dan orang-orang terdekatnya. PSSI menilai privasi dan keamanan keluarga atlet harus tetap dihormati.

Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Ketua MPR Dorong Sponsor Dikonsolidasi Sejak Dini

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan organisasi tersebut prihatin terhadap berbagai bentuk kebencian dan ancaman yang dialami Hubner beserta keluarganya.

“PSSI menyampaikan keprihatinan atas ujaran kebencian dan ancaman yang menyasar Hubner serta keluarganya, sekaligus menyerukan agar kritik tidak diarahkan menjadi serangan personal,” kata Yunus Nusi.

Sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif, PSSI turut menggunakan kampanye FIFA “Stop Hate, Protect Football”. Kampanye tersebut menjadi pengingat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sepak bola yang aman, termasuk di ruang digital.

PSSI juga menyoroti bahaya cyberbullying dan doxing, yakni tindakan menyebarkan data pribadi seseorang, yang dapat mengancam keamanan pemain maupun keluarganya.

Di tengah situasi tersebut, PSSI mengajak suporter Indonesia untuk tidak ikut terseret dalam aksi saling serang di media sosial. Dukungan terhadap tim dan pemain diharapkan tetap disampaikan dengan cara yang positif.

Kak Patianes Sosok Pembina Pramuka Lingga Kebangaan Peserta Jambore Nasional 2026

“Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepak bolanya,” tegas Yunus Nusi.(lam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement