Beranda / TEKNOLOGI / Kapasitas Pabrik Motor Listrik RI Capai 2,5 Juta Unit, Penyerapan Pasar Baru 2,2 Persen

Kapasitas Pabrik Motor Listrik RI Capai 2,5 Juta Unit, Penyerapan Pasar Baru 2,2 Persen

PROBATAM.CO, Batam – Industri sepeda motor listrik di Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun. Namun, kemampuan tersebut belum diimbangi dengan tingkat penyerapan pasar yang memadai.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kapasitas produksi tersebut berasal dari 69 perusahaan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua dan roda tiga yang beroperasi di Indonesia.

“Saat ini, terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga yang beroperasi di tanah air dengan total kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun,” kata Agus, dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Jumat (14/8/2026).

Ke-69 perusahaan tersebut telah menanamkan investasi sekitar Rp1,2 triliun. Meski demikian, penjualan sepeda motor listrik masih belum sebanding dengan kapasitas produksi yang tersedia.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan penjualan motor listrik pada 2025 hanya mencapai 55.059 unit. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,2 persen dari total kapasitas produksi industri.

Kak Patianes Sosok Pembina Pramuka Lingga Kebangaan Peserta Jambore Nasional 2026

Penjualan tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencapai 77.078 unit. Padahal, pasar motor listrik sempat mencatat pertumbuhan dalam beberapa tahun sebelumnya. Penjualan meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023, lalu kembali naik menjadi 77.078 unit pada 2024.

Pertumbuhan tersebut berlangsung ketika pemerintah memberikan bantuan pembelian motor listrik sebesar Rp7 juta per unit. Program yang mulai dijalankan pada 2023 itu ditujukan untuk motor listrik baru dengan sejumlah persyaratan, termasuk tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Pada 2023 dan 2024, program bantuan pembelian KBLBB roda dua melibatkan 22 industri dengan 70 tipe atau model kendaraan. Penyaluran bantuan meningkat dari 11.532 unit pada 2023 menjadi 62.541 unit pada 2024, atau tumbuh sekitar 442 persen. Secara keseluruhan, sebanyak 74.073 unit telah menerima bantuan pembelian.

Namun, setelah mengalami pertumbuhan, penjualan motor listrik kembali turun pada 2025 menjadi 55.059 unit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan pasar motor listrik masih cukup dipengaruhi oleh keberadaan stimulus pemerintah.

“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa stimulus pasar memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua,” tambah Agus.

Viral Salah Lafal Pancasila, Pemkab Pati Jelaskan Kondisi Plt Bupati

Menurutnya, pengembangan pasar harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan kapasitas produksi. Dengan begitu, industri memperoleh kepastian pasar untuk menyerap produk sekaligus memiliki dorongan untuk terus berinvestasi dan memperdalam struktur industrinya.

“Karena itu, kebijakan pengembangan demand dan supply harus berjalan beriringan sehingga industri memiliki kepastian pasar sekaligus terpacu terus melakukan investasi dan pendalaman struktur,” pungkasnya.(lam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement