PROBATAM.CO, Kabupaten Bandung – BUPATI Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi melihat semangat masyarakat dalam pelaksanaan program pentahelix di 12 kecamatan.
Program itu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mengurangi atau meminimalisir potensi banjir yang disebabkan oleh luapan air sungai.
“Setelah TKD (Transfer ke Daerah) kita berkurang, semangat masyarakat dalam melaksanakan program pentahelix sangat luar biasa,” kata Bupati Dadang Supriatna usai melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih di Lapang dan Plaza Upakarti Pemkab Bandung, Soreang, senin 17 Agustus 2026.
Bupati DS menyebutkan partisipasi masyarakat sangat luar biasa, di antaranya pada pelaksanaan normalisasi Sungai Cisunggalah sepanjang 5 km di wilayah Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung.
“Kemudian Sungai Citarum dan anak-anak sungai. Saya prediksikan hampir 30 km, kalau dikonversikan ke anggaran mungkin mencapai ratusan miliar,” ujarnya.
“Ini salah satu bentuk rasa syukur saya kepada Allah SWT. Disaat ada program pentahelix, masyarakat ini terbangun semangat gotong royong nya,” katanya.
Menurut Bupati, dalam program pentahelix tersebut, jajaran TNI, Polri maupun Forkopimda Kabupaten Bandung serta unsur yang ada di kewilayahan kompak, sehingga sesulit apapun dalam program tersebut, bisa dikerjakan dengan baik.
Dikatakan Bupati, program pentahelix dengan sasaran pengerjaan normalisasi sungai, merupakan upaya untuk mengurangi potensi dan ancaman banjir.
Meski penanganan dan pemeliharaan aliran sungai itu, menurut Bupati merupakan kewenangan BBWS Citarum.
“Kalau bicara itu merupakan kewenangan BBWS, tetapi tidak saat ini, dengan rasa memiliki yang tumbuh di masyarakat, program pentahelix bisa sukses, antara masyarakat juga Forkopimda kompak seluruhnya, untuk terus membangun,” tandas Bupati Dadang Supriatna.
“Walaupun anggaran kita ada sedikit pengurangan atau mencapai kurang lebih Rp1 triliun. Tetapi semangat masyarakat dalam membangun daerah sangat luar biasa,” ujarnya.
Bupati juga turut mengungkapkan rasa syukurnya karena ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung.
“Peningkatan Pendapatan Asli Daerah itu dengan adanya kesadaran dari PHRI, pemilik restoran dan hotel. Tentu ini terbangun rasa kepedulian terhadap daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila Pemkab Bandung tidak ada pendapatan dari PAD, tidak akan bisa memberikan gaji kepada PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) atau PPPK Paruh Waktu dan termasuk program lainnya.
“Inilah suatu kolaborasi dan inilah hakekat kemerdekaan. Sehingga rasa memiliki, membangun bersama-sama, sehingga manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung,” katanya. Pb/Rie**





Komentar