Beranda / Nasional / Satu Bulan Bersama, Sugiono Merasa Berat Satgas TMMD Akan Tinggalkan Desanya

Satu Bulan Bersama, Sugiono Merasa Berat Satgas TMMD Akan Tinggalkan Desanya

PROBATAM.CO, JAWA TENGAH– TIDAK terasa, pelaksanaan program TMMD ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno akan segera berakhir.

Selama kurang lebih satu bulan, kebersamaan antara Satgas TMMD dengan masyarakat tidak hanya terlihat dalam setiap kegiatan pembangunan.

Lebih dari itu, interaksi setiap hari telah menumbuhkan rasa kekeluargaan dan mempererat tali silaturahmi antara prajurit dengan warga.

Di sela-sela pengerjaan sasaran fisik, momen kebersamaan terlihat ketika anggota Satgas dan warga duduk bersama melepas lelah.

Canda dan obrolan sederhana menjadi bagian dari keseharian yang tanpa terasa telah menciptakan kedekatan.

Tata Kawasan Jalan Ibrahim Adjie, 57 Bangunan Liar Ditertibkan Pemkot Bandung

Kini, menjelang berakhirnya program TMMD, suasana haru mulai terasa, warga yang selama sebulan terbiasa melihat prajurit datang dan bekerja bersama mereka harus bersiap kembali menjalani aktivitas seperti biasa tanpa kehadiran Satgas TMMD.

Sugiono, salah satu warga Desa Watuduwur, mengaku merasa senang sekaligus berat ketika mengetahui pelaksanaan TMMD akan segera berakhir.

“Selama satu bulan ini kami sudah seperti keluarga, hampir setiap hari bertemu, bekerja bersama, makan bersama, dan saling bercanda. Jadi kalau nanti Bapak-Bapak TNI kembali, pasti terasa sepi,” ujar Sugiono.

Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD telah memberikan banyak pengalaman dan kesan bagi masyarakat, tidak hanya pembangunan fisik yang dirasakan, tetapi juga semangat kebersamaan dan gotong royong yang semakin kuat.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI.Banyak sekali yang sudah dilakukan untuk desa kami, semoga hubungan baik ini tidak berhenti meskipun TMMD sudah selesai,” tambahnya.

Cuaca Dingin Tak Surutkan TNI Dan Warga Tuntaskan Pengecoran Jalan

Sugiono berharap jalan yang telah dibangun melalui TMMD dapat dirawat dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

“Kalau bisa jangan dilupakan kami di sini. Kami juga tidak akan melupakan Bapak-Bapak TNI yang sudah bekerja bersama kami,” ungkapnya.

Bagi Satgas TMMD, Desa Watuduwur bukan sekadar lokasi penugasan. Selama sebulan, desa tersebut telah menjadi tempat terjalinnya persaudaraan dan kebersamaan bersama masyarakat. Rie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement