PROBATAM.CO, Jakarta – Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu memastikan seluruh atlet dapat sepenuhnya fokus menjalani latihan tanpa dibebani persoalan nonteknis menjelang keberangkatan ke Jepang. Komitmen tersebut disampaikan saat Tim CdM melakukan visitasi ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Panahan di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Todotua hadir bersama Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Jadi Rajagukguk dan Krisna Bayu, serta Tim CdM. Rombongan disambut Sekretaris Jenderal PP Perpani Irawadi Hanafi, jajaran pelatih, dan sembilan atlet yang tengah menjalani latihan.
Todotua menegaskan bahwa tugas Tim CdM bukan mengintervensi program latihan yang telah disusun masing-masing cabang olahraga, melainkan memastikan seluruh aspek pendukung, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan kontingen, berjalan tanpa kendala.
“Kami ingin menyampaikan kepada atlet dan ofisial bahwa kalian tidak perlu khawatir apabila ada tantangan di luar latihan. Itu menjadi urusan kami. Tanggung jawab Tim CdM adalah mengorganisasi seluruh kebutuhan kontingen, mulai dari keberangkatan, akomodasi, transportasi, sampai kepulangan nanti. Yang paling penting, atlet bisa fokus berlatih dan tampil maksimal saat bertanding,” kata Todotua.
CdM Todotua menjelaskan, visitasi dilakukan agar Tim CdM memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai kebutuhan setiap cabang olahraga, termasuk kemungkinan penyesuaian jadwal keberangkatan, kebutuhan pendamping, maupun dukungan lain yang dapat menunjang performa atlet.
“Masih ada sekitar 60 hari menuju Asian Games. Karena itu kami turun langsung untuk mendata kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Kalau memang ada kebutuhan khusus yang bisa meningkatkan performa atlet, tentu akan kami pelajari dan fasilitasi. Tugas kami adalah memastikan seluruh urusan di Nagoya berjalan baik sehingga atlet hanya perlu berkonsentrasi memberikan penampilan terbaik untuk Merah Putih,” tegansya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) Irawadi Hanafi menjelaskan panahan Tim Indonesia akan menurunkan 10 atlet dan empat pelatih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Menurut Irawadi, komposisi atlet merupakan hasil evaluasi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan mempertimbangkan capaian prestasi, termasuk para peraih medali pada SEA Games. Kepercayaan diri tim juga meningkat setelah mencatat sejarah dengan meraih enam medali emas dan dua medali perunggu pada SEA Games, pencapaian terbaik panahan Indonesia di ajang tersebut.
Di Nagoya 2026, Perpani menargetkan peningkatan prestasi dibanding Asian Games Hangzhou 2022. Kala itu, Tim Indonesia meraih dua medali perunggu sekaligus mengamankan kuota menuju Olimpiade Paris 2024.
“Di Hangzhou kami membawa pulang dua medali perunggu sekaligus mendapatkan kuota Olimpiade Paris 2024. Di Aichi-Nagoya target kami tentu harus lebih baik. Kami ingin meningkatkan hasil tersebut dan memaksimalkan peluang meraih medali, sekaligus memanfaatkan Asian Games sebagai jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Persaingan memang sangat ketat dengan kekuatan seperti Korea Selatan, China, dan India, tetapi kami optimistis atlet-atlet Indonesia mampu bersaing,” ujar Irawadi.
Optimisme yang sama disampaikan atlet senior panahan Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila. Olympian Rio 2016 itu mengatakan program latihan saat ini lebih difokuskan pada simulasi pertandingan dan try out agar para atlet siap menghadapi tekanan kompetisi di Aichi-Nagoya.
“Persiapan kami sekarang lebih banyak diisi simulasi pertandingan dan try out untuk membangun ritme kompetisi. Target kami tentu ingin melampaui hasil di Hangzhou. Asian Games juga menjadi kesempatan penting karena ada kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Kami ingin memaksimalkan peluang meraih medali sekaligus mengamankan tiket Olimpiade. Dukungan nonteknis seperti kesempatan beradaptasi lebih awal di lokasi pertandingan dan keberadaan masseur tentu akan sangat membantu kami tampil maksimal,” tutup Riau Ega.
(rzl)





Komentar