Beranda / Berita Utama / Sanggar Tari Laksemana Pekanbaru Kembali Semarakkan Kenduri Seni Melayu 2026

Sanggar Tari Laksemana Pekanbaru Kembali Semarakkan Kenduri Seni Melayu 2026

PROBATAM.CO, Batam – Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 yang akan digelar pada 2–5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, akan menghadirkan berbagai seniman dan kelompok seni terbaik dari Indonesia maupun negara serumpun.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran Yayasan Pelatihan Tari (YPT) Laksemana Pekanbaru, Riau, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan seni pertunjukan Melayu terkemuka di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Seniman Pemangku Negeri (SPN) Iwan Irawan Permadi, Yayasan Pelatihan Tari Laksemana telah menjadi wadah pembinaan dan pengembangan seni tari Melayu yang konsisten melahirkan karya-karya berkualitas serta tampil di berbagai festival budaya tingkat nasional maupun internasional.

Bermula dari berdirinya Pusat Latihan Tari (PLT) Laksemana pada 17 Agustus 1984 di Pekanbaru, lembaga seni ini tumbuh menjadi salah satu ikon pelestarian seni budaya Melayu di Provinsi Riau.

Seiring perkembangan zaman, Laksemana terus bertransformasi dan memperluas perannya dalam pembinaan generasi muda, penciptaan karya seni, hingga pengembangan seni pertunjukan berbasis budaya Melayu.

Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam

Kehadiran YPT Laksemana pada Kenduri Seni Melayu 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi budaya Melayu serumpun sekaligus memperkaya sajian seni yang akan ditampilkan selama empat hari pelaksanaan event budaya terbesar di Kota Batam tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan bahwa kehadiran Yayasan Pelatihan Tari Laksemana merupakan kehormatan tersendiri bagi Kenduri Seni Melayu yang tahun ini kembali menghadirkan seniman-seniman terbaik dari berbagai daerah.

“Laksemana merupakan salah satu lembaga seni yang memiliki rekam jejak panjang dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Melayu. Kehadiran mereka di Kenduri Seni Melayu 2026 menunjukkan bahwa event ini telah menjadi ruang pertemuan budaya yang mempererat hubungan antardaerah dan memperkuat identitas Melayu sebagai warisan bersama,” ujarnya.

Menurut Ardiwinata, Kenduri Seni Melayu tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mempertemukan generasi muda dengan akar tradisi yang dimiliki bangsa.

“Kami ingin masyarakat Batam dapat menyaksikan secara langsung kualitas pertunjukan seni dari para seniman terbaik Nusantara. Melalui kolaborasi seperti ini, budaya Melayu akan semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Bupati Dadang Supriatna Dorong BPR Kertaraharja Perkuat Pemberdayaan UMKM

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menjelaskan bahwa pemilihan Yayasan Pelatihan Tari Laksemana sebagai salah satu pengisi acara didasarkan pada konsistensi dan kontribusi mereka dalam mengembangkan seni pertunjukan Melayu selama lebih dari empat dekade.

“Laksemana memiliki kekuatan dalam mengolah tradisi menjadi pertunjukan yang menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi akar utamanya. Mereka berhasil menjaga keseimbangan antara pelestarian dan kreativitas, sehingga karya-karyanya tetap relevan dengan perkembangan zaman,” kata Samson.

Ia menambahkan, kehadiran kelompok seni dari Pekanbaru tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi sanggar-sanggar seni di Batam untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas pertunjukan.

“Selain menjadi ajang hiburan, Kenduri Seni Melayu juga menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para pelaku seni. Kehadiran Laksemana tentu akan memperkaya wawasan dan pengalaman para seniman muda di Batam,” ujarnya.

Di bawah arahan SPN Iwan Irawan Permadi, Yayasan Pelatihan Tari Laksemana dikenal aktif menghasilkan berbagai karya tari yang berakar pada budaya Melayu Riau. Karya-karya mereka tidak hanya dipentaskan di tingkat daerah, tetapi juga telah tampil dalam berbagai festival seni budaya tingkat nasional dan internasional.

Gunakan Perahu Konveyor, Satgas Citarum Sektor 4 Bersihkan Sebaran Eceng Gondok Dan Sampah

Selain aktif dalam penciptaan karya seni, Laksemana juga dikenal sebagai penggagas berbagai kegiatan pengembangan seni pertunjukan yang melibatkan seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Konsistensi tersebut menjadikan Laksemana sebagai salah satu lembaga seni yang berpengaruh dalam perkembangan tari Melayu kontemporer di tanah air.

Melalui penampilannya pada Kenduri Seni Melayu 2026, Yayasan Pelatihan Tari Laksemana diharapkan dapat memberikan sajian seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kekayaan budaya Melayu yang hidup dan terus berkembang hingga saat ini.

Kehadiran Laksemana bersama para seniman dari Batam, daerah lain di Indonesia, serta negara-negara serumpun menjadi bukti bahwa Kenduri Seni Melayu telah berkembang menjadi panggung budaya yang mempertemukan berbagai ekspresi seni Melayu dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Sebagai agenda budaya tahunan Kota Batam yang telah memasuki penyelenggaraan ke-27, Kenduri Seni Melayu 2026 diharapkan kembali menjadi etalase budaya Melayu yang memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat perkembangan seni dan budaya Melayu di kawasan regional. (*/hel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement