Beranda / Peristiwa / Pentagon Naikkan Status Ancaman Intelijen Israel ke Level Tertinggi

Pentagon Naikkan Status Ancaman Intelijen Israel ke Level Tertinggi

PROBATAM.CO, Batam – Sebuah laporan dari Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) menunjukkan bahwa Pentagon tengah menaikkan potensi ancaman intelijen Israel ke level tertinggi, atau kritis. Laporan ini muncul ditengah kekhawatiran bahwa sejumlah pejabat tinggi AS tengah di mata-matai. 

Laporan itu pertama kali diungkap NBC News pada Sabtu (6/6) dengan mengutip sejumlah pejabat AS.

“Kemampuan melakukan spionase manusia dan pengumpulan intelijen teknis berada pada tingkat ‘kritis’,” demikian penilaian Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) yang dikutip NBC News.

AFP melaporkan langkah itu diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa Israel berupaya memperoleh informasi mengenai pembahasan internal dan proses pengambilan keputusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, laporan The New York Times menyebut terdapat indikasi upaya penyadapan terhadap sejumlah pejabat senior AS.

Prabowo: Kalau Diejek Nggak Papa yang Penting Hati Baik, Balas Dengan Sopan

Target yang disebut dalam laporan tersebut antara lain utusan utama Trump, Steve Witkoff, serta pejabat kebijakan tertinggi Pentagon, Elbridge Colby.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terkait laporan tersebut.

Hubungan Washington dan Tel Aviv juga disebut menghadapi tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang kemudian memicu perang di kawasan. Sejak saat itu, hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut tidak lagi seharmonis sebelumnya.

Media Axios dan ABC News sebelumnya melaporkan bahwa Trump sempat melontarkan kemarahan kepada Netanyahu dalam percakapan telepon terkait ancaman Israel untuk menyerang Beirut, Lebanon.

Kementerian ESDM Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak, Maluku

Menurut laporan tersebut, Trump khawatir langkah itu dapat mengganggu upaya diplomatik dan perundingan yang sedang berlangsung dengan Iran.

Sumber : KUMPARAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement