PROBATAM.CO, Sragen –
PROGRAM TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen bukan sekadar menghadirkan pembangunan fisik berupa pengecoran jalan dan perbaikan fasilitas desa.
Lebih dari itu, TMMD menjadi ruang lahirnya kedekatan hati antara TNI dan masyarakat. Hal tersebut tampak nyata di sebuah teras warung sederhana milik Bu Watik, warga Dukuh Terik Kalang, Desa Plumbungan Kecamatan Karangmalang.
Memasuki hari ke-20 pelaksanaan TMMD, suasana hangat penuh kekeluargaan terlihat ketika sejumlah anggota Satgas TMMD duduk santai melepas lelah usai bekerja bersama warga melakukan pengecoran jalan.
Dengan pakaian yang masih dipenuhi debu dan peluh, para prajurit tampak menikmati secangkir kopi dan minuman dingin sambil berbincang ringan dengan warga sekitar.
Di teras sederhana itulah sekat antara TNI dan rakyat seolah hilang, gelak tawa, candaan ringan, hingga obrolan tentang keluarga mengalir begitu alami.
Sebagian anggota Satgas memanfaatkan waktu istirahat untuk menghubungi keluarga melalui telepon genggam, sementara yang lain bercengkerama bersama warga layaknya saudara sendiri.
Bu Watik, pemilik warung, mengaku sangat bahagia dengan hadirnya anggota Satgas TMMD di warung kecil miliknya. Ia merasakan perubahan suasana yang begitu berbeda sejak adanya kegiatan TMMD di desanya.
“Dulu sore hari biasanya sepi, sekarang jadi ramai. Setiap hari bapak-bapak TNI mampir ngopi dan istirahat di sini. Rasanya warung jadi lebih hidup,” tutur Bu Watik dengan wajah sumringah.
Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD membawa suasana hangat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Ia merasa masyarakat kini lebih dekat dengan TNI, tidak lagi hanya melihat sosok prajurit saat bertugas, tetapi juga sebagai keluarga yang bisa diajak bercanda dan berbagi cerita.
“Sekarang kami jadi lebih akrab dengan bapak TNI. Mereka ramah, suka membantu warga, bahkan sering ngobrol santai di sini. Rasanya seperti keluarga sendiri,” imbuhnya.
Salah satu anggota Satgas TMMD, Mukti, juga mengaku merasa nyaman berada di warung sederhana tersebut. Baginya, keramahan warga menjadi penyemangat tersendiri di tengah padatnya pekerjaan pembangunan.Selasa 12 Memi 2026.
“Bu Watik sudah seperti saudara sendiri bagi kami. Tempat ini menjadi tempat beristirahat yang nyaman setelah bekerja seharian. Selain itu, keramahan warga membuat kami merasa benar-benar diterima,” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, menegaskan bahwa TMMD memiliki makna lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik.
Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat harus dibangun melalui kedekatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“TMMD bukan hanya tentang membangun jalan atau fasilitas desa, tetapi juga membangun hubungan emosional antara TNI dan rakyat. Kedekatan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan kebersamaan bangsa,” tegasnya.
Di balik sederhana teras warung Bu Watik, tersimpan makna besar tentang pengabdian, kebersamaan, dan kemanunggalan. Sebab sejatinya, keberhasilan TMMD bukan hanya terlihat dari jalan yang selesai dibangun, tetapi juga dari eratnya hubungan antara TNI dan rakyat yang terjalin dengan tulus.
Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen pun terus menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar membangun desa, melainkan juga menumbuhkan harapan, persaudaraan, dan semangat gotong royong demi Indonesia yang semakin kuat. Pb/Rie





Komentar