PROBATAM.CO, Sragen – SATU pemandangan sederhana yang menyentuh hati, bukan tentang beton yang dicor atau jalan yang dibangun, melainkan tentang kebersamaan yang tumbuh hangat antara prajurit TNI dan rakyat di sebuah desa pelosok.
Sabtu sore itu, serambi Masjid Nurul Huda dipenuhi masyarakat dan anggota satgas TMMD kodim 0725/Sragen.
Usai melaksanakan kegiatan fisik TMMD, seluruh anggota Satgas memenuhi undangan pengajian bersama warga, tak ada jarak, tak ada sekat, Prajurit dan masyarakat duduk lesehan berdampingan, menikmati nasi bungkus daun pisang yang disiapkan warga.
Lampu sederhana masjid menerangi wajah-wajah penuh kehangatan, tawa kecil dan obrolan akrab mengalir begitu alami, menghadirkan suasana yang sulit ditemukan di tengah kehidupan modern saat ini.
Di tengah kebersamaan itu, Letda Arh Jelang, Danton Satgas TMMD Reguler ke-128 asal Malang, mengaku terharu atas sambutan masyarakat selama pelaksanaan TMMD berlangsung.
Baginya, perhatian kecil dari warga justru menjadi energi besar bagi prajurit di lapangan.
“Setiap hari warga dengan ikhlas menyiapkan makanan dan minuman untuk kami tanpa diminta. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kenangan paling berharga. Kami merasa benar-benar diterima sebagai bagian dari keluarga mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan ruang pengabdian yang mempertemukan hati TNI dan rakyat dalam satu semangat persaudaraan.
Nuansa haru juga dirasakan tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama setempat, Muhammad Ali (55) menilai kehadiran Satgas TMMD telah membawa suasana baru bagi warga desa.
“Dulu kami mungkin hanya melihat bapak-bapak TNI dari jauh. Tapi sekarang kami bisa duduk bersama, bercengkerama setiap hari,” ucapnya.
Bahkan, lanjutnya, bisa makan bersama, ini momen yang sangat langka dan membanggakan bagi masyarakat desa kami.
Ia menambahkan, selama satu bulan pelaksanaan TMMD, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat pembangunan jalan dan fasilitas desa, tetapi juga tumbuhnya semangat persaudaraan yang begitu kuat.
“Bapak-bapak TNI sudah kami anggap keluarga sendiri. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah demi membantu desa kami maju,” tambahnya, Sabtu 9 Mei 2026.
Di tengah aroma nasi hangat berbalut daun pisang dan lantunan doa dari serambi masjid desa, tergambar jelas makna sejati kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pengabdian tidak selalu hadir dalam kemegahan, tetapi justru lahir dari kesederhanaan, ketulusan, dan kebersamaan yang dibangun dari hati ke hati.
Melalui momen sederhana itu, TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen kembali membuktikan bahwa pembangunan bangsa bukan hanya tentang membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga merawat persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan memperkokoh ikatan sosial antara TNI dan masyarakat. Pb/Rie





Komentar