PROBATAM.CO, Batam – Seorang ibu dan bayinya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Dalam video yang beredar, terlihat sang ibu masih memeluk erat bayinya di tengah puing-puing bangunan yang runtuh. Sang ibu ditemukan dalam posisi telentang, sementara bayinya berada di atas dada. Salah satu tangan ibu tersebut masih merangkul buah hatinya.
Evakuasi korban berlangsung dalam suasana haru. Warga yang berada di sekitar lokasi tampak tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan proses evakuasi ibu dan bayinya.
Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa posisi kedua korban diduga menunjukkan upaya sang ibu melindungi anaknya ketika rumah mereka runtuh akibat guncangan gempa.
“Keduanya, ibu dan anak, ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka,” ujarnya.
Fathur mengatakan, kejadian tersebut berlangsung di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menambahkan bahwa selain sang ibu dan bayi, anak perempuan pertama korban juga meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Ibu dan dua anaknya meninggal. Yang satunya perempuan dan yang bayi dalam pelukannya,” katanya.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu kisah pilu di tengah bencana gempa yang melanda wilayah Flores. Sementara itu, di sejumlah lokasi lainnya, warga bersama petugas gabungan masih melakukan penyisiran terhadap bangunan yang runtuh untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026).
Hingga Minggu siang, Basarnas mencatat sebanyak 51 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.(lam)





Komentar