PROBATAM.CO, Jakarta – Memiliki rumah yang layak dan terjangkau masih menjadi harapan banyak pekerja Indonesia. Melihat kebutuhan tersebut, negara melalui BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas akses Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan bagi para pesertanya. Kali ini, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menghadirkan alternatif pembiayaan perumahan berbasis syariah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo di Grha BPJAMSOSTEK, Jakarta.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan bahwa kehadiran BSI sebagai bank penyalur akan semakin memperluas akses sekaligus menambah alternatif pembiayaan perumahan dengan skema syariah yang dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia yang akan menghadirkan alternatif pembiayaan berbasis syariah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama ini merupakan bagian dari fokus strategi kami, khususnya pada aspek Care, yaitu bagaimana kami terus mengembangkan value beyond protection dengan menghadirkan nilai tambah yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” jelas Saiful.

Melalui kerja sama tersebut, peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat mengakses berbagai fasilitas MLT Perumahan melalui BSI, mulai dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP), hingga Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP). Selain itu, tersedia pula fasilitas Kredit Konstruksi (KK) yang ditujukan untuk mendukung pembangunan perumahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sejak tahun 2017 hingga Mei 2026, realisasi MLT Perumahan telah mencapai 7.111 unit dengan total nilai manfaat sebesar Rp4,86 triliun.
“Kami melihat kebutuhan para pekerja terhadap hunian yang layak dan terjangkau ini masih sangat besar, sehingga aksesnya perlu terus diperluas, salah satunya melalui penambahan kerja sama dengan bank penyalur,” ujar Saiful.
Saiful menambahkan bahwa kolaborasi ini juga merupakan bentuk dukungan BPJS Ketenagakerjaan dan BSI terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Melalui perluasan akses pembiayaan, semakin banyak pekerja diharapkan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hunian yang layak bagi dirinya dan keluarga.
“Bagi kami, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika pekerja mengalami risiko, tetapi juga memberikan nilai tambah yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Salah satunya melalui MLT Perumahan ini,” tegasnya.
Saiful berharap kolaborasi dengan BSI dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti pada penyaluran MLT Perumahan. Ke depan, sinergi kedua pihak diharapkan dapat menjangkau layanan bagi ahli waris maupun peserta yang menerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).
“Kolaborasi ini akan terus kami dorong untuk berkembang lebih lanjut, tidak hanya pada Manfaat Layanan Tambahan Perumahan, tetapi juga untuk memberdayakan para penerima manfaat atau ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan,” pungkas Saiful.
Senada, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen nyata BSI dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi.
“Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil,” ujar Anggoro.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang, *Budi Pramono*, menyampaikan bahwa kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan BSI merupakan peluang besar bagi para pekerja di Kota Batam untuk memiliki rumah dengan pembiayaan yang lebih mudah dan sesuai prinsip syariah.
Menurutnya, Batam sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia memiliki jumlah pekerja aktif yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi tersebut diikuti dengan kebutuhan akan hunian yang layak, nyaman, dan terjangkau sehingga diperlukan dukungan pembiayaan yang mudah diakses oleh para pekerja.
“Kami menyambut baik hadirnya Bank Syariah Indonesia sebagai mitra penyalur Manfaat Layanan Tambahan Perumahan. Dengan bertambahnya pilihan lembaga pembiayaan, pekerja memiliki alternatif yang lebih luas untuk mewujudkan impian memiliki rumah. Kami berharap peserta BPJS Ketenagakerjaan di Batam dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal sebagai salah satu manfaat tambahan yang diberikan kepada peserta aktif,” ujar Budi Pramono.
Ia menambahkan bahwa MLT Perumahan merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong perusahaan untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya dan memastikan kepesertaan tetap aktif agar dapat menikmati berbagai manfaat program, termasuk akses pembiayaan perumahan.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan ketika peserta menghadapi risiko pekerjaan, tetapi juga terus menghadirkan berbagai manfaat yang mampu meningkatkan kualitas hidup pekerja beserta keluarganya. Kepemilikan rumah yang layak merupakan salah satu fondasi penting bagi kesejahteraan pekerja, dan kami siap memberikan pendampingan serta informasi kepada peserta yang ingin memanfaatkan program MLT Perumahan,” tutup Budi Pramono. (oni)





Komentar