PROBATAM.CO, Batam– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksi, bersama jajaran pejabat Lapas Batam, mengumpulkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Aula Lapas Sahardjo, Lapas Batam.
Kegiatan ini untuk memberikan informasi terkait dengan proses grasi bagi terpidana hukuman mati dan seumur hidup. Acara sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai prosedur grasi dan hak-hak yang dapat diperoleh oleh para terpidana.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Batam mengadakan sesi tanya jawab dengan warga binaan. Beberapa warga binaan menyampaikan pertanyaan seputar mekanisme grasi dan dampaknya terhadap masa hukuman mereka.

Kalapas menjelaskan bahwa grasi adalah hak yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada narapidana yang telah memenuhi syarat tertentu, termasuk terpidana mati atau seumur hidup.
Yugo Indra Wicaksi juga menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak warga binaan, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan lainnya selama menjalani masa tahanan.
“Lapas Batam akan memberikan hak-hak dan pelayanan terbaik kepada warga binaan, tetapi kami membutuhkan kerjasama dari bapak-bapak sekalian untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” ujarnya.
Kalapas juga menegaskan bahwa meskipun grasi dapat diajukan, hal itu tidak dapat terwujud tanpa keseriusan warga binaan dalam mematuhi aturan yang ada di Lapas.
” Kami akan mengajukan grasi untuk bapak-bapak yang memenuhi syarat, tetapi bapak-bapak juga harus membantu kami dalam menjaga Lapas tetap aman dan tertib dengan mengikuti aturan yang berlaku di dalam Lapas,” tegas Yugo.
Dengan kegiatan sosialisasi ini, diharapkan warga binaan dapat lebih memahami hak-hak mereka dan juga tanggung jawab yang harus diemban untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Lapas Batam.
“Inovasi terbaru lapas Batam dan sosialisasi call center tentang pembinaan dan pemberian hak hak narapidana mengenai tanggal bebas, info tentang bebas dll. Jadi cukup dari rumah bagi keluarga narapidana untuk mengetahui keadaan dan kondisi keluarga di dalam lapas Batam,” jelasnya. (*/hel)