Ada beberapa kesalahan saat berbuka puasa yang bisa memicu masalah kesehatan. Apa saja (Foto: detikcom)

4 Kesalahan saat Buka Puasa, Bisa Picu Asam Lambung hingga Radang Tenggorokan

PROBATAM.CO, JAKARTA – Waktu berbuka puasa adalah momen ‘pelampiasan’ setelah hampir seharian menahan untuk tidak makan dan minum. Meski begitu, makan dan minum saat berbuka puasa tidak bisa dilakukan asal-asalan.

Pasalnya, ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari saat makan dan minum di waktu berbuka puasa. Jika dilakukan, hal tersebut dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan, seperti radang tenggorokan hingga asam lambung naik.

Lantas, apa saja kesalahan saat berbuka yang bisa memicu datangnya penyakit? Berikut paparan dari para pakar.

1. ‘Kalap’ saat berbuka puasa

Puasa memang membuat tubuh menjadi lapar. Karenanya, tidak heran jika seseorang ‘kalap’ makan saat berbuka puasa.

Namun, hal ini ternyata tidak disarankan. Konsultan pencernaan dr Mario Budi Purwanegara, SpPD-KGEH mengungkapkan langsung kalap makan saat berbuka bisa berisiko, terutama bagi yang punya masalah dengan asam lambung.

“Jadi kalau sudah dimasukkan makanan besar, dengan asam lambung begitu, itu lah sering terjadi reflux pada lambung,” jelas dr Mario kepada detikcom saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, kalap makan saat berbuka juga bisa membuat seseorang menjadi mengantuk. Pengajar Prodi Kedokteran Keluarga FKUI dr Marinda Asiah Nuril Haya, MMed Sci, PhD menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh energi yang terpusat di saluran pencernaan.

“Energinya terpusat di saluran pencernaan, jadi energi yang dibutuhkan otak itu jadi berkurang karena kebanyakan aktif di saluran pencernaan,” tuturnya

2. Makan gorengan

Gorengan kerap menjadi salah satu takjil yang dijajakan selama bulan puasa. Tapi ternyata, makanan ini tidak dianjurkan sebagai menu buka puasa.

Dietisien FKKMK UGM, Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet, AN, APD menyarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa. Selain mengandung lemak yang tidak sehat, gorengan juga mengandung karbohidrat sederhana yang cepat dicerna oleh tubuh. Akibatnya, kadar gula darah dalam tubuh menjadi cepat turun, sehingga membuat cepat merasa lapar.

Tak hanya itu, gorengan umumnya dimasak dengan menggunakan minyak jelantah, atau minyak sisa penggorengan. Hal ini membuat gorengan mengandung kolesterol yang sangat tinggi.

“Kan jarang yang ada gorengan yang 1-2 kali pakai ganti minyaknya. Kebanyakan minyak yang digunakan itu sudah dipakai berkali-kali dan jadi model sumber kolesterol,” paparnya.

3. Langsung minum kopi saat berbuka puasa

Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari banyak orang. Bahkan saat bulan puasa, tidak sedikit orang yang tetap mengonsumsi minuman ini saat berbuka puasa.

Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD KGEH mengatakan minum kopi saat perut kosong dapat meningkatkan risiko gangguan lambung. Karenanya, dr Aru menyarankan untuk mengisi perut dengan makanan terlebih dahulu sebelum kemudian mengonsumsi kopi.

4. Minum es teh

Tak sedikit masyarakat di Indonesia yang mengonsumsi es teh saat berbuka puasa. Bahkan, minuman ini hampir selalu menjadi bagian dari menu berbuka puasa.

Tapi, mengonsumsi es teh langsung setelah berbuka puasa ternyata dapat menyebabkan masalah radang tenggorokan.

“Saat tenggorokan yang kering kemudian dapat minuman dingin itu malah menimbulkan batuk gitu ya. Jadi, mudah sekali terjadi radang,” ucap spesialis gizi Dr dr Nurul Ratna Mutu Manikam MGizi, SpGK(K).

Karena itu, dr Nurul lebih menyarankan minuman hangat sebagai menu awal buka puasa. Setelah 10-30 menit, baru mengonsumsi minuman dingin. Dengan demikian, risiko peradangan tersebut dapat dicegah.(*/Del)









sumber:  detikcom

Print Friendly, PDF & Email