BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi Pentingnya Jaminan Sosial ke Pelosok Desa

PROBATAM.CO, Batam –  BPJS Ketenagakerjaan gencarkan sosialisasi terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke pelosok-pelosok desa.

Sebagai badan hukum publik yang mendapatkan amanah dari pemerintah untuk melindungi seluruh pekerja di Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan mampu melindungi 70 juta pekerja hingga 2026.

Untuk mencapai target tersebut, BPJS Ketenagakerjaan kembali menghadirkan sebuah gebrakan lewat kampanye yang lebih difokuskan bagi para pekerja di ekosistem desa. Dengan mengusung tema ‘Kerja Keras Bebas Cemas’, BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi masif di desa-desa yang tersebar di penjuru Tanah Air.

Cara ini dinilai tepat, karena ekosistem desa menyimpan potensi jutaan pekerja sektor informal atau bukan penerima upah, yang mayoritas belum memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo bersama seluruh stakeholder yang hadir memukul alu lesung sebagai tanda dimulainya kampanye ini secara serentak di 11 wilayah seluruh Indonesia.

“Kenapa spesifik masuk desa, karena kita tahu dari 100 juta penduduk kita, sebagian besar ada di desa dan kami saat ini baru melindungi 36 juta pekerja dan sebagian besar adalah pekerja penerima upah, PMI, jasa konstruksi. Pekerja bukan penerima upah porsinya masih sedikit,” kata Anggoro.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyuguhkan sebuah aksi teatrikal yang menceritakan berbagai risiko para pekerja di desa. Mulai dari risiko kecelakaan kerja, kematian dan kesulitan finansial saat memasuki hari tua.

BPJS Ketenagakerjaan berharap dengan semakin banyak pekerja di desa yang terlindungi program jaminan sosial, hidupnya akan lebih sejahtera dan berujung pada terwujudnya cita-cita pemerintah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Sementara itu di tempat terpisah Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Seto Tjahjono, menyampaikan tujuan daripada Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini adalah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pekerja Indonesia yang mana BPJS Ketenagakerjaan telah mengadakan lima program yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kehilangan pekerjaan.

“Siapa saja bisa menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan, baik itu pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, pekerja jasa konstruksi, dan pekerja migran Indonesia. Selain itu menurut Undang –Undang No 40 tahun 2024 tujuan dari pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) terutama yang ini wajib dipunyai oleh pekerja yaitu untuk menghindarkan masyarakat dari kemiskinan,” paparnya.

Seto mengatakan dirinya mendukung penuh kegiatan program BPJS Ketenagakerjaan hingga ke pelosok-pelosok desa ini dengan harapan tujuan mulia insatansi BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka melindungi Seluruh Pekerja Indonesia dapat tercapai.

Untuk itu dirinya akan mendorong timnya agar lebih gencar lagi melakukan sosialisasi terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke desa-desa khususnya di wilayah Batam Kepualaun Riau.(oni)

Print Friendly, PDF & Email

BACA JUGA

Lagi Gabut ? Cek Sekarang Saldomu di JMO

Jhony

BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang Distribusikan Sertifikat Pelatihan Ahli K3 Umum

Jhony

BPJAMSOSTEK Batam Sosialisasikan Program pada Bhabinkamtibmas Polresta Barelang

Jhony

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang kenalkan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO)

Jhony

BPJS Ketenagakerjaan Miliki Program Unggulan JKK dan JKM

Jhony

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Sudah Berusia 56 Tahun Bisa Cairkan JHT, Ini Caranya

Jhony