Ilustrasi Petani Gandum. (Photo: detik.com)

India Larang Ekspor Gandum, Segini yang Diimpor ke RI

PROBATAM.CO, Jakarta – Pemerintah India melarang ekspor gandum sejak Jumat (13/5) malam waktu setempat. Larangan itu dilakukan karena adanya gelombang panas yang berdampak pada pembatasan produksi dan menyebabkan harga gandum melonjak tinggi.

Ekspor gandum masih diizinkan jika perjanjian sudah diterbitkan sebelumnya. Sebagai negara penghasil gandum kedua terbesar di dunia, ekspor juga masih diizinkan untuk negara yang masih membutuhkan bantuan guna ketahanan pangan.

Sebelum adanya larangan, Indonesia merupakan salah satu importir gandum dari India. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilihat Selasa (17/5/2022), impor biji gandum tanpa cangkang kode Harmonized System (HS) 10019912 dari India seberat 184,6 juta ton pada 2021, dengan nilai sebesar US$ 60 juta atau Rp 870 miliar (kurs Rp 14.500).

Sementara pada 2022, BPS mencatat impor gandum dari India mencapai 98,18 juta ton hingga Maret dengan nilai US$ 3,9 juta atau setara Rp 56,55 miliar.

India memang bukan negara pemasok gandum terbesar ke Indonesia, melainkan paling banyak berasal dari Australia. Selama 2020-2021, gandum asal Australia diekspor ke Indonesia sebesar AU$ 1,2 miliar atau Rp 12,2 triliun (kurs Rp 10.200).
poster

Menteri Pertanian dan Menteri untuk Wilayah Utara Australia David Littleproud menyatakan gandum sebagai produk premium Australia disulap menjadi produk populer di Indonesia. Produk tersebut adalah mi instan Indomie.

“Produk premium kami diubah menjadi produk konsumen populer dalam permintaan global, seperti mie Indomie yang terkenal di dunia,” tutur David dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).

Secara keseluruhan impor gandum Indonesia pada 2021 mencapai 8,4 miliar ton dari berbagai negara di seluruh dunia. Nilai impor gandum pada tahun lalu mencapai US$ 2,6 miliar.

Pada 2021, Indonesia mengimpor gandum dari Argentina, Australia, Brasil, Bulgaria, Kanada, India, Moldova, Ukraina, dan Amerika Serikat (AS). Volume impor gandum tahun lalu lebih tinggi dibandingkan 2020 yang seberat 8 miliar ton, dengan nilai impor US$ 2,03 miliar.(*)


Sumber: detik.com

Print Friendly, PDF & Email