Ilustrasi. WHO menyerukan penting inovasi untuk mempercepat laju kemajuan melawan malaria. (Photo: cnnindonesia.com)

WHO Serukan Pentingnya Inovasi dalam Pengendalian Malaria

PROBATAM.CO, Jakarta –  Malaria masih jadi penyakit menular yang mengancam banyak masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pentingnya inovasi dalam mengendalikan malaria.

Menukil laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), badan kesehatan dunia tersebut mengungkapkan tidak ada alat tunggal yang tersedia saat ini yang akan menyelesaikan masalah malaria.

WHO menyerukan tentang pentingnya investasi dan inovasi yang membawa pendekatan pengendalian vektor baru, diagnostik, obat antimalaria, dan alat lain untuk mempercepat kemajuan melawan malaria.

“Ada kebutuhan mendesak untuk membuat penggunaan lebih efektif dari alat yang tersedia saat ini untuk pencegahan, diagnosis dan pengobatan malaria, terutama di negara-negara yang paling parah dilanda malaria,” bunyi pernyataan WHO, yang disampaikan dalam memperingati Hari Malaria Sedunia.

Hari Malaria Sedunia sendiri diperingati setiap 25 April saban tahun. Peringatan kali ini mengambil tema ‘Memanfaatkan Inovasi untuk Mengurangi Beban Penyakit Malaria dan Menyelamatkan Nyawa’.

Malaria telah berdampak buruk bagi kesehatan dan mata mata pencaharian orang-orang di seluruh dunia. Laporan WHO memperkirakan ada 241 juta kasus malaria dan 627.000 kematian akibat malaria di seluruh dunia pada 2020.

Di Indonesia, tercatat sebanyak 304.606 kasus malaria ditemukan pada tahun 2021. Angka ini lebih rendah dari 2019 yang mencapai lebih dari 418 ribu kasus.

Vaksin Malaria Pertama

Ilustrasi. WHO mengeluarkan rekomendasi vaksin malaria pertama dalam pedomannya pada Maret lalu. (Photo: cnnindonesia.com)

WHO sendiri telah menerbitkan rekomendasi vaksin malaria pertama dalam makalah posisi dan pedoman WHO untuk malaria pada Maret 2022.

Makalah tersebut berisikan tentang rekomendasi penggunaan vaksin malaria RTS,S/AS01 (RTS,S) pada anak-anak yang tinggal di daerah berisiko tinggi malaria.

“Vaksin malaria pertama ini merupakan langkah pengendalian malaria, kesehatan anak, dan pemerataan kesehatan,” ujar Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin dan Biologi WHO, Dr Kate O’Brien.

Jika diterapkan secara luas, vaksin dapat menyelamatkan puluhan ribu nyawa setiap tahun.

Panduan yang baru diterbitkan ini akan diikuti perangkat dan informasi tambahan dalam beberapa bulan mendatang.

Perangkat dan informasi tersebut akan memandu negara-negara yang telah memutuskan untuk mengadopsi vaksin malaria. Panduan tersebut termasuk pengenalan vaksin malaria baru dan manual operasional untuk penyesuaian alat pengendalian malaria di tingkat daerah.(*)

Sumber: cnnindonesia.com

Print Friendly, PDF & Email