Foto: Ilustrasi kapal pesiar. (Photo: CNBC Indonesia)

‘Surga’ Kapal Pesiar Singapura Kena Efek Dahsyat Pandemi

PROBATAM.CO, Jakarta – Singapura dikenal sebagai negara dengan sektor pariwisata yang kuat, salah satu andalannya lewat kapal pesiar. Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, kapal pesiar harus mengikuti sejumlah regulasi, yakni pembatasan ketat.

Otoritas setempat sempat menerapkan kebijakan larangan keluar Singapura bagi kapal pesiar yang beroperasi. Padahal, di waktu normal, kapal pesiar memiliki kebebasan untuk melintasi negara lain. Salah satunya dari Singapore Cruise Centre menuju Phuket, Thailand.

Tidak ketinggalan, ada juga rute Singapura-Pulau Bintan yang berlokasi di Kepulauan Riau. Namun, demi menjangkau Bintan, biasanya kapal pesiar tidak langsung bersandar di pelabuhan, namun dengan menyiapkan kapal khusus di tengah perjalanan untuk menuju lokasi langsung. Hal ini dikarenakan kapal pesiar tidak bisa bersandar di laut dengan kedalaman yang rendah.

Pembatasan yang ada di kapal pesiar membuat pariwisata terseok-seok. Badan Pariwisata Singapura mencatat jumlah penumpang hanya sekitar 120.000 dan beroperasi dengan kapasitas lebih rendah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal itu juga berdampak pada angka kunjungan wisatawan. Industri pariwisata Singapura telah terpukul keras oleh pandemi, dengan pengunjung turun hampir 86% menjadi 2,7 juta tahun lalu.

Namun, salah satu kapal pesiar ternama, yakni Royal Caribbean sudah kembali merencanakan operasi dalam waktu dekat.

“Kesehatan dan keselamatan tamu kami tetap menjadi prioritas utama kami, dan kami terus gesit saat kami mengikuti sains dan bekerja sama dengan pemerintah Singapura dan otoritas kesehatan untuk mengevaluasi, memperbarui, dan mematuhi langkah-langkah yang berlaku,” ujar Managing Director Royal Caribbean Asia-Pasifik Angie Stephen dilansir dari Ship Technology pada, Rabu (1/9/2021). (*)

Sumber: CNBC Indonesia

Print Friendly, PDF & Email