Kantin Universitas Berlin Hilangkan Menu Daging Demi Kurangi Dampak Perubahan Iklim. (Photo: Merdeka.com)

Kantin Universitas Berlin Hilangkan Menu Daging Demi Kurangi Dampak Perubahan Iklim

PROBATAM.CO, Berlin – Kantin di Universitas Berlin, Jerman, akan menawarkan makanan vegetarian dan vegan untuk semester selanjutnya sebagai bagian dari upaya membuat menu yang lebih ramah lingkungan.

Mahasiswa dapat memesan makanan dari menu yang mengandung 68 persen vegan, 28 persen vegetarian dan hanya 4 persen daging dan ikan sejak awal Oktober.

Pada hari Senin, tidak akan ada menu daging sama sekali dan kantin akan mengganti currywurst dengan salad.

Untuk sementara kantin akan ditutup, namun makanan masih dapat diambil sesuai permintaan.

Menu yang baru akan didesain untuk mengurangi jejak karbon universitas di Ibu Kota Berlin.

Daging banyak ditemukan dalam makanan tradisional Jerman, seperti schnitzels, bratwurst dan pork knuckles. Namun para ilmuwan mengatakan emisi karbon yang dihasilkan oleh industri daging berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Beternak hewan memberi pengaruh sebanyak 14.5 persen emisi gas rumah kaca, berdasarkan catatan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Sebuah laporan pada tahun 2019 oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim menjelaskan diet nabati sebagai kesempatan untuk mitigasi perubahan iklim.

Daniela Kummle dari Studierendenwerk, kelompok pendukung mahasiswa, mengatakan kepada BBC ada peningkatan permintaan untuk makanan bebas daging di kantin mereka.

Nona Kummle mengutip sebuah survei mahasiswa pada 2019, yang menemukan 14 persen mahasiswa Berlin mengatakan mereka merupakan vegan dan lebih dari 33 persen merupakan vegetarian.

Dia mengatakan Studierendenwerk, yang memiliki 34 kantin di seluruh universitas dan kampus di Berlin, merevisi menunya selama pandemi “agar penawaran kami lebih ramah iklim.”

Nona Kummle mengatakan, terlepas dari komentar negatif di media sosial, respon dari mahasiswa sejauh ini banyak yang positif.

Kantin vegan pertama di Berlin untuk mahasiswa dibuka di Universitas Teknik pada 2019. Kampus itu merespons tumbuhnya permintaan makanan nabati di Jerman.

Bahkan diet nabati menjadi sangat populer. Jerman menduduki puncak daftar veganisme dalam studi internasional tentang kebiasaan diet oleh Veganz pada tahun 2020. Hasilnya menunjukkan bahwa 2,6 juta orang – sekitar 3,2 persen dari populasi – adalah vegan dan sekitar 3,6 juta (4,4 persen) adalah vegetarian.

Sementara itu, perlindungan iklim menjadi isu besar di seluruh universitas di Berlin. Banyak kampus mulai menyusun rencana mendetail untuk mengendalikan emisi karbon.

Seluruh universitas juga memperbaiki gedung-gedung agar lebih hemat energi.

Ratusan staf di kedua universitas juga secara sukarela berkomitmen untuk tidak bepergian menggunakan penerbangan jarak pendek untuk perjalanan bisnis.

“Kami mendorong topik perlindungan iklim ini selama empat tahun terakhir,” kata profesor Hans-Ulrich Heiss, yang bertanggung jawab atas kebijakan energi terbarukan yang berkelanjutan di Universitas Teknik. (*)

Sumber: Merdeka.com

Print Friendly, PDF & Email