Kapolresta Yogyakarta Bagikan Masker dan Beri Himbauan kepada Masyarakat dan Pengunjung di Kawasan Marioboro

PROBATAM.CO, YOGYAKARTA-Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi W Anggoro, S.IK, MH turun langsung bersama anggota membagikan masker dan memberikan himbauan kepada masyarakat dan pengunjung di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Provinsi DIY.

Guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19, Polresta Yogyakarta terus melakukan pembagian masker serta memberikan imbauan kepada masyarakat maupun pengunjung yang ada di Kota Yogyakarta termasuk di kawasan Malioboro.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi W Anggoro mengatakan ini pihaknya lakukan dalam upaya imbauan kepada warga untuk senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 di kota pelajar tersebut.

(Photo:dok/polresta)

“Selain itu ini juga dalam rangka untuk menegakkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019,” kata Purwadi menjawab PROBATAM.CO, Kamis (17/9/2020) pagi.

Dijelaskannya, kegiatan pendisiplinan masyarakat dan pembagian masker diawali dengan apel di area parkir Abu Bakar Ali dengan menerapkan protokol kesehatan. Selanjutnya, para petugas menyusuri Jalan Malioboro untuk mengimbau kepada warga masyarakat atau pengunjung Malioboro untuk selalu mematuhi protokol pencegahan penularan Covid-19.

Kegiatan pendisiplinan sekaligus pembagian masker gratis dipimpin langsung Kapolresta Kombes Pol Purwadi W Anggoro dan Wakapolresta AKBP Juang Andi Priyanto di sekitar kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta pada Senin (14/9/2020) lalu.

“Namun, upaya imbauan dan pembagian masker terus kita lakukan hingga saat ini,” ujar pamen yang juga mantan Kapolresta Barelang, Polda Kepulauan Riau itu.

(Photo:dok/polresta)

Menurutnya, adapun, imbauan yang diberikan personil kepolisian di antaranya adalah untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan tetap menjaga jarak serta tidak berkerumun.

“Tidak hanya imbauan, kita dari kepolisian juga membagi-bagikan ratusan masker gratis kepada warga masyarakat yang ada di kawasan pedestrian Malioboro,” tambahnya.

Purwadi menegaskan Polri akan terus melakukan sosialisasi dan imbauan terkait protokol pencegahan penularan Covid-19 di wilayah Kota Yogyakarya. Karena angka kasus penyebaran Covid-19 khususnya yang berasal dari pasien orang tanpa gejala (OTG) mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Bersama instansi terkait TNI, Dishub dan Satpol PP kita juga terus melakukan patroli gabungan guna pendisiplinan masyarakat,” ungkapnya.

(Photo:dok/polresta)

Sebagaimana dilansir harianjogya.com, menyebutkan, Pemko Yogyakarta sebelumnya turut mengimbau agar semua elemen masyarakat menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan ketat seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 dari orang tanpa gejala (OTG) di wilayah kota Yogyakarta.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan jika dalam menghadapi kasus lonjakan OTG di Yogyakarta, Pemko melalui Satpol-PP Yogyakarta bakal melakukan upaya monitoring dan pengawasan melalui operasi yang dilakukan secara terbatas di warung, cafe, resto, pejalan kaki maupun pengunjung yang beraktivitas di ruang publik.

“Karena hari hari ini kita akan menghadapi OTG. OTG itu kita tidak pernah tahu. Apakah orang orang yang berjalan di samping kita itu apakah membawa virus atau tidak. Bagi yang melanggar ya sanksi atau langsung denda. Nanti kita siapkan denda dan sanksi sosial,” ujar Heroe beberapa waktu lalu.

Protokol pencegahan penularan Covid-19 yang dijalankan dengan ketat saat di awal pandemi juga kembali digaungkan oleh Pemko Yogyakarta. Termasuk, protokol pencegahan penularan Covid-19 di lingkup keluarga dan perkantoran yang saat ini dinilai Heroe tidak terlalu ketat diterapkan.

Sebaran kasus Covid-19 yang paling banyak pada beberapa hari ini memang banyak yang terjadi di lingkup keluarga. Ada yang satu keluarga seperti kasus Covid-19 klaster Soto Lamongan yang menyasar 15 anggota keluarga. Kemudian, kasus lainnya ada yang tujuh, lima dan enam. Rata-rata jumlah dalam satu keluarga tersebut lebih dari dua atau tiga.

“Nah, ini yang perlu dilakukan penguatan protokol pencegahan penularan Covid-19. Diantaranya, setiap pulang dari bepergian harus segera melepaskan baju dan segera dicuci dan segera mandi. Di dalam keluarga pun usahakan harus tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti menjaga jarak, tidak bersentuhan, dan memakai masker,” terangnya. (*/iin).

Print Friendly, PDF & Email