Ketua IPJI DPC Kabupaten Pelalawan Silahturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri Pelalawan

PROBATAM.CO Pelalawan- Didampingi sekretarisnya Iren Davidson Habeahaan, Ketua DPC IPJI kabupaten Pelalawan, Richard Simanjuntak adakan silahturahmi dengan Kejaksaan Negeri Pelalawan, Senin, (29/6/2020)

Kedatangan Ketua IPJI DPC kabupaten Pelalawan bersama sekretaris IPJI DPC kabupaten Pelalawan ini disambut  oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Nophy Tenno Phero Suoth SH, MH didampingi, Kasi Intel kejaksaan negeri Pelalawan, Sumriadi, SH.

Dalam pertemuan silahturahmi tersebut, Richard Simanjuntak dan Iren Davidson kekejaksaan negeri Pelalawan terkait tentang telah berdirinya kepengurusan DPC IPJI kabupaten Pelalawan sesuai dengan SK DPP IPJI tentang pengangkatan kepengurusan DPC IPJI masa Bhakti tahun 2020-2025 di kabupaten Pelalawan.

Ketua DPC IPJI kabupaten Pelalawan, Richard Simanjuntak dan Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Nophy Tenno Phero Suoth SH, MH. (Photo:probatam/dav)

Pada kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Nophy menyampaikan, pihaknya menyambut baik telah terbentuk nya kepengurusan DPC IPJI kabupaten Pelalawan masa Bhakti tahun 2020-2025 dikabupaten pelalawan ini katanya.

Kami sangat respon atas keberadaan IPJI dikabupaten pelalawan ini,  kami siap bekerja sama sebagai mitra kerja dengan seluruh pengurus dan anggota IPJI DPC kabupaten Pelalawan sebutnya.

Disela – sela pertemuan tersebut, menjawab pertanyaan wartawan terkait perkembangan dugaan Kasus SPJ fiktif oleh Dinas PUPR kabupaten Pelalawan, Nophy mengatakan,  tentang penetapan tersangka pada kasus dugaan korupsi pada Dinas PUPR, pihaknya menunggu hasil perhitungan tim audit BPKP yang menghitung kerugian negara atas kasus rasuah tersebut.

“Kita memang melihat ada kerugian negaranya, tetapi kita masih menunggu hasil perhitungan dari tim audit tersebut untuk penetapan tersangka nya” jelas Nophy.

Nophy menerangkan, untuk kasus PT. Peputra Supra Jaya (PSJ) sesuai putusan Mahkamah agung memvonis PT. PSJ untuk membayar denda sebesar Rp 5 Miliar, namun oleh pihak PT. PSJ masih mencicil sebesar Rp 1 miliar atau mereka, ( PSJ – Red) baru mencicil denda tersebut sekitar dua puluh persen pungkasnya mengakhiri. (tim).

Print Friendly, PDF & Email